Kisah Qarun Jadi Pengingat Bahaya Kesombongan

  • 29 Apr 2026 22:32 WIB
  •  Banjarmasin

RRI, CO.ID Banjarmasin : Kesombongan yang lahir dari jabatan, harta, maupun ilmu menjadi pengingat penting bagi setiap manusia untuk selalu rendah hati. Pesan tersebut disampaikan oleh Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ustadz Muhammad Rif’at, M.Ag, dalam program Kuliah Subuh Pro 1 RRI Banjarmasin, Senin (27/4/2026).

Pernahkah kita merasa sedikit lebih tinggi dari orang lain? Atau tanpa sadar, jabatan yang dimiliki, harta yang dikumpulkan, maupun ilmu yang dikuasai membuat kita memandang rendah orang lain?

Jika perasaan itu pernah muncul, Ustadz Muhammad Rif’at mengajak untuk sejenak menundukkan kepala dan bercermin. Ia mengingatkan pada kisah tragis tentang sosok Qarun, yang kisahnya diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai contoh dari kesombongan yang berujung kehancuran.

“Dahulu, Qarun adalah lelaki yang saleh. Namun, dunia datang merayunya dengan kemilau yang menyilaukan. Allah anugerahkan kepadanya kekayaan yang tak terbayangkan." ujarnya.

Rif’at juga mengatakan kunci-kunci gudang hartanya saja begitu berat, hingga tak sanggup dipikul oleh sekumpulan pria perkasa. Jika kuncinya saja seberat itu, betapa luar biasa isinya.

“Namun sayang, di puncak kejayaannya, Qarun kehilangan "romantisme" jiwanya kepada Sang Maha Pemberi. Ia terjebak dalam retorika kesombongan yang angkuh.” ujarnya.

Rif’at juga mengatakan Ia berkata dalam Al - Qur’an Surah Al - Qashash ayat 78 bahwa Sesungguhnya aku diberi harta ini semata-mata karena ilmu yang ada padaku.”

“Inilah puncak cinta yang palsu. Qarun lebih mencintai emasnya daripada Allah yang menciptakan emas itu. Ia memeluk dunianya dengan erat, namun melepaskan genggaman Allah dari jiwanya.” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....