Pengamat Ingatkan Jaminan Keamanan Lingkungan dalam Proyek PSEL

  • 29 Apr 2026 15:47 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Rencana pembangunan instalasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Banjarmasin menuai sorotan dari berbagai pihak. Teknologi waste-to-energy ini dinilai harus menjamin kesehatan dan keamanan masyarakat.

Pengamat Tata Kota dan Lingkungan, Dr. Eng. Akbar Rahman, menekankan aspek kesehatan warga di sekitar lokasi pembangunan harus menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan agar operasional insinerator nantinya tidak menimbulkan dampak negatif.

"Yang perlu jadi perhatian adalah jaminan untuk keamanan dan kesehatan masyarakat di sekitar insinerator nanti. Jangan sampai memberikan limbah dan pencemaran udara ke lingkungan sekitar," ujar Akbar.

Selain persoalan dampak, ia juga mengingatkan pentingnya pemilahan sampah sebelum masuk ke proses pengolahan. Teknologi yang membakar sampah ini tetap memerlukan ketelitian dalam memilah jenis sampah.

"Tentu ini akan sangat bahaya kalau tidak ada pemilahan. Sehingga kalau teknologinya bagus ini bisa membantu dalam menangani persoalan sampah di Banjarmasin," katanya menambahkan.

Secara teknis, proyek PSEL ini ditargetkan mampu mengolah hingga 500 ton sampah per hari. Mengingat produksi sampah harian Banjarmasin baru mencapai 491 ton, pemerintah kota pun merangkul wilayah tetangga seperti Kabupaten Banjar dan Barito Kuala.

Melalui dukungan dari daerah penyangga tersebut, potensi pasokan sampah diprediksi mampu menembus angka 600 ton per hari. Sinergi lintas daerah ini diharapkan sekaligus menyelesaikan persoalan sampah di kawasan aglomerasi secara terpadu.

Sebelumnya, Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 9 April lalu sebagai tindak lanjut percepatan teknologi waste to energy dari pemerintah pusat. Dalam kesepakatan tersebut, Pemko Banjarmasin menyiapkan lahan seluas 5 hingga 6 hektare di kawasan TPA Basirih.

Yamin menegaskan kehadiran teknologi ini harus dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Ia menyebut keterlibatan aktif warga dalam pemilahan di tingkat rumah tangga merupakan kunci utama keberhasilan proyek ini.

"Ini bukan hanya MoU, tapi komitmen nyata sampah akan kita ubah jadi energi. Tapi saya ingatkan, warga juga harus mulai memilah dari rumah,” kata Yamin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....