Elpiji Nonsubsidi Naik, Warga Banjarmasin Harapkan Harga Kembali Normal
- 28 Apr 2026 20:32 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Sejak 18 April 2026 lalu, Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau elpiji nonsubsidi mengalami penyesuaian harga secara nasional. Langkah ini dilakukan pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) untuk menyesuaikan harga energi global, setelah terakhir kali dilakukan pada tahun 2023 lalu.
Adapun produk elpiji yang mengalami kenaikan adalah ukuran nonsubsidi 5,5 kilogram dan 12 kilogram. Kedua jenis tersebut merupakan elpiji yang sering digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun para pelaku usaha.
Di pasaran Banjarmasin, harga elpiji 5,5 kg kini mengalami kenaikan menjadi Rp114 ribu dari harga sebelumnya yang hanya berada di kisaran Rp97 ribu. Sedangkan untuk elpiji 12 kg harganya melonjak mencapai Rp238 ribu, dari harga sebelumnya yang dibanderol sekitar Rp202 ribu.
Pemilik pangkalan gas di Banjarmasin, Adi Candra, mengungkapkan kenaikan harga berada rata-rata sekitar 18 persen dari harga normal. Kondisi ini menurutnya berdampak langsung pada menurunnya jumlah pembeli.
"Kalau yang 12 kg dan 5,5 kg ini biasanya terjual 10 sampai 15 tabung per hari. Tapi sekarang jadi sekitar 7 sampai 8 tabung saja," katanya pada Selasa, 28 April 2026.
Adi mengungkapkan beberapa pelanggan bahkan sempat meminta untuk berpindah ke elpiji subsidi 3 kg akibat kenaikan ini. Namun, ia menjelaskan bahwa perpindahan tersebut akan berdampak pada ketersediaan stok elpiji subsidi di masyarakat.
"Kalau pindah ke gas 3 kg sebenarnya nanti makin susah karena jumlahnya terbatas. Ini juga diperuntukknya hanya untuk warga yang berhak saja," ucapnya.
Meski demikian, ia memastikan ketersediaan stok elpiji nonsubsidi di pangkalannya masih mencukupi. Meskipun mengalami kenaikan harga, hal ini tidak berdampak langsung pada kelancaran distribusi.
Sementara itu, Muhammad Haris, pengguna elpiji nonsubsidi mengungkapkan harapannya agar harga elpiji dapat kembali normal. Pemilik usaha rumah makan tersebut menyebut tidak mengurangi penggunaan elpiji meskipun harga sedang naik.
"Pemakaiannya tetap seperti biasanya, misalnya 5,5 kg ini untuk tiga hari dan yang 12 kg untuk seminggu. Tapi harapannya harga bisa normal lagi," kata Haris.
Di sisi lain, pemerintah memastikan elpiji subsidi 3 kg tidak akan mengalami kenaikan harga. Ketersediaan gas melon itu pun saat ini dipastikan masih berada di atas standar stok nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....