Promosikan RSUD Ulin hingga Luar Daerah, Bidik Investor lewat Layanan

  • 26 Apr 2026 15:27 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin– Upaya menggaet investor ke Kalimantan Selatan kian agresif. Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, turun menghadiri Forum Investasi dan Promosi Layanan Unggulan RSUD Ulin yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu, 26 April 2026.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, secara terbuka membeberkan lonjakan investasi yang menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap daerah. Pada tahun 2025, realisasi investasi mencapai Rp32,85 triliun atau tumbuh 35,1 persen.

“Realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp32,85 triliun atau tumbuh 35,1 persen. Ini mencerminkan tingkat kepercayaan yang kuat terhadap iklim usaha di Kalimantan Selatan,” kata Muhidin dalam sambutannya.

Ia menambahkan, capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan pijakan untuk mendorong investasi yang lebih besar dan berkualitas pada 2026. Terlebih, momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan perubahan rantai pasok global dinilai sebagai peluang emas.

“Capaian ini menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas dan skala investasi pada tahun 2026. Apalagi momentum pembangunan IKN dan perubahan rantai pasok global," ujarnya.

Namun, Muhidin mengingatkan bahwa investor kini tidak hanya berburu kemudahan izin dan kekayaan sumber daya alam. Ada faktor lain yang tak kalah krusial, kualitas layanan publik, terutama kesehatan.

Rumah sakit rujukan utama di Kalsel itu diposisikan sebagai “magnet baru” investasi lewat berbagai layanan unggulan. Mulai dari layanan jantung terpadu dengan teknologi kateterisasi canggih, penanganan kanker melalui radioterapi, hingga fasilitas CT Scan, MRI, dan layanan fertilitas.

Bahkan, RSUD Ulin telah mengantongi pengakuan internasional berupa Gold Status layanan stroke dari organisasi stroke dunia. “Investor tidak hanya melihat regulasi, tetapi juga kualitas ekosistem pendukung. Termasuk layanan kesehatan yang memadai,” ucap Muhidin.

Ia pun menekankan empat strategi kunci untuk menjaga laju investasi. Yakni penyelarasan tata ruang dan perizinan, penguatan layanan digital satu pintu, peningkatan kualitas data melalui aplikasi Bekantan, serta pendampingan investasi hingga tahap operasional.

Sementara itu, Wali Kota Yamin melihat forum ini sebagai langkah konkret memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Peningkatan kualitas layanan kesehatan RSUD Ulin sebagai rumah sakit rujukan utama, akan berdampak besar terhadap kepercayaan investor.

“Harus dilakukan peningkatan kualitas layanan RSUD Ulin sebagai rumah sakit rujukan utama. Sehingga akan berdampak besar terhadap kepercayaan investor dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kehadiran Yamin bersama para kepala daerah se-Kalimantan Selatan menegaskan, bahwa perebutan investasi kini tidak lagi hanya soal angka, tetapi juga soal kesiapan daerah menyediakan kualitas hidup yang layak. Forum ini pun menjadi titik temu dua kepentingan besar pertumbuhan ekonomi dan peningkatan layanan publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....