Kembali ke ‘Pengaturan Awal’, Car Free Day Banjarmasin Mulai Lagi
- 24 Apr 2026 06:46 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Setelah mati suri akibat pandemi COVID-19, Pemerintah Kota Banjarmasin akhirnya kembali menghidupkan Car Free Day (CFD). Uji coba perdana dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026, di kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadin.
Langkah ini menandai keseriusan pemerintah kota mengembalikan ruang publik yang sempat hilang selama beberapa tahun terakhir. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin, Slamet Begjo, menegaskan bahwa program ini bukan hal baru, melainkan rencana lama yang kini dimatangkan kembali.
“Ini sebenarnya sudah lama direncanakan. Kemarin kita bahas di forum lalu lintas untuk pengesahan dan penetapan. Tim juga sudah turun survei ke lapangan,” katanya, Jumat, 24 April 2026.
Menurutnya, uji coba ini merupakan langkah awal untuk menghitung kebutuhan riil di lapangan. Mulai dari rekayasa lalu lintas, kesiapan personel, hingga fasilitas pendukung akan diuji secara langsung.
“Rencananya minggu ini uji coba dulu, untuk mengkalkulasi kebutuhan di lapangan. Harapannya, minggu berikutnya sudah bisa resmi dilaunching,” ujar Slamet menjelaskan.
Sejumlah titik strategis sempat masuk dalam pertimbangan, mulai dari Jalan Jenderal Sudirman, Lambung Mangkurat, hingga kawasan Menara Pandang Nol Kilometer. Namun, pemerintah akhirnya kembali ke lokasi lama yang dianggap paling siap.
| Baca juga: Buaya Diduga Terkam Remaja di Tanah Bumbu |
“Ada beberapa opsi lokasi, seperti Jalan Jenderal Sudirman, Lambung Mangkurat, kawasan Menara Pandang Nol Kilometer, dan Sabilal sebagai lokasi lama. Masing-masing ada kelebihan dan kekurangan,” katanya.
Keputusan final berada di tangan Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, yang memilih kawasan Sabilal Muhtadin sebagai titik kebangkitan CFD. “Pak Wali memilih Sabilal. Jadi kita aktifkan kembali yang dulu, karena sebelumnya memang sudah berjalan, hanya terhenti karena COVID,” ujarnya.
CFD direncanakan berlangsung setiap Minggu mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WITA. Selama waktu tersebut, ruas jalan di sekitar Sabilal akan steril dari kendaraan bermotor dan dibuka sebagai ruang publik bagi warga untuk berolahraga, bersantai, hingga berinteraksi sosial.
Meski begitu, pemerintah tidak ingin gegabah dan hasil uji coba akan menjadi penentu apakah lokasi ini benar-benar layak dijadikan titik permanen CFD ke depan. “Kalau memang respons masyarakat bagus di sana, tentu akan kita tetapkan. Intinya kita ingin CFD ini kembali jadi ruang publik yang aman, nyaman, dan diminati warga,” ucapnya, mengakhiri.
Uji coba CFD disambut positif warga, salah satunya Suriannor, yang sebenarnya sudah lama menantikan rutinitas setiap akhir pekan. Namun ada hal yang paling ia tekankan, yaitu berkaitan pengawasan agar tidak ada pengendara yang menerobos masuk di Kawasan CFD.
“Sebenarnya sudah lama menantikan kebiasaan lari pagi di kawsan Sabilal Muhtadin lagi. Tapi harapannya pengawasan lebih diperketat agar tidak ada pengendara yang lewat, karena sangat membahayakan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....