Drainase Dibungkam Ruko? PUPR Banjarmasin Buka Suara Genangan Gang Posko BPK

  • 23 Apr 2026 12:58 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin — Genangan berlumut yang berbulan-bulan mengepung permukiman warga di Gang Posko BPK, Kelurahan Pemurus Luar, Banjarmasin Timur direspons oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin. Alih-alih solusi cepat, persoalan justru dihadapkan pada bangunan Rumah Toko (ruko) yang diduga menutup aliran air.

Kepala Bidang Drainase PUPR Banjarmasin, Harwita Oktania, mengungkapkan pihaknya sudah dua kali turun langsung ke lokasi dan mendapati hambatan serius pada aliran air. Padahal, lanjutnya, di ujung deretan ruko tersebut terdapat saluran primer Pramuka yang seharusnya menjadi jalur pembuangan air.

Bangunan atau ruko di depan permukiman warga sedikit banyak menutup aliran air. “Di sana juga ada tambahan bangunan pabrik es kristal yang diduga ikut menutup saluran, hingga menyebabkan air tidak bisa mengalir dengan lancar,” katanya, saat dikonfirmasi awak media, Kamis, 23 April 2026.

Tak berhenti di situ, PUPR sebenarnya telah mengantongi opsi solusi teknis, dengan menghubungkan drainase ke saluran yang berada di seberang atau depan Terminal Kilometer 6. Sayangnya, rencana tersebut tak bisa serta-merta direalisasikan, karena status jalan kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Karena status jalan itu kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, maka kita harus menunggu persetujuan dulu. Kalau disetujui, baru bisa kita lakukan crossing, kemungkinan di APBD Perubahan,” ucap Wita.

Selama proses tersebut, warga tampaknya harus bersabar lebih lama, karena langkah yang bisa dilakukan baru sebatas perawatan rutin. “Sementara ini kami hanya bisa melakukan pembersihan lingkungan secara berkala. Tujuannya agar air tetap bisa mengalir ke saluran primer,” ujar Wita mengakhiri.


Sorotan juga mengarah pada kepemilikan bangunan ruko yang berdiri tepat di depan kawasan terdampak. Diketahui, bangunan tersebut milik bos Duta Mall, Dicky Gunawan alias Aseng, yang sebelumnya sempat digadang-gadang akan menjadi Banjarmasin Trade Center (BTC).

Puluhan warga Gang Posko BPK, Kelurahan Pemurus Luar, Banjarmasin Timur pun akhirnya merasakan dampaknya. Selama lebih dari tujuh bulan, genangan air bercampur lumut tak kunjung surut, merendam akses dan halaman rumah warga.

Hafifah Rosyida, salah seorang warga, menggambarkan kondisi yang mereka alami bukan sekadar genangan biasa. Menurutnya, genangan tersebut tak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada kesehatan warga.

“Airnya hijau, licin, bau sekali dan banyak yang jatuh tergelincir. Anak-anak sampai orang dewasa kena penyakit kulit, kutu air, gatal-gatal, bolak-balik kambuh,” kata Rosyi sapaan akrabnya, saat ditemui.

Warga bukannya tinggal diam dan telah berulang kali mencari solusi. Mulai dari meminta bantuan penyedotan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), hingga melibatkan Perumda Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD), namun semua upaya hanya bersifat sementara.

“Kemarin sempat disedot, tapi tidak lama airnya balik lagi. Bahkan waktu PALD datang, alatnya sempat rusak dan jadi seperti percuma,” ujarnya, mengeluhkan.

Tak berhenti di situ, warga juga mencoba menyuarakan keluhan melalui media sosial Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda. Tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama pihak Kecamatan Banjarmasin Timur turun langsung ke lokasi.

Namun, hasil pemeriksaan justru mempertegas akar masalah yang belum terselesaikan. “Mereka bilang drainase di sini kecil dan buntu. Tapi setelah itu tidak ada tindak lanjut lagi,” ucapnya lagi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....