Sedimentasi Menumpuk 10 Tahun, Pemko Banjarmasin Keruk Kolam Kamboja

  • 07 Sep 2026 15:13 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin kembali menyiapkan infrastruktur pengendalian genangan menjelang musim hujan. Kali ini, kolam yang berada di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja menjadi sasaran pengerukan untuk dikembalikan fungsinya sebagai kolam retensi.

Pengerukan dilakukan atas instruksi Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR. Langkah tersebut diambil karena sedimentasi yang menumpuk selama bertahun-tahun dinilai telah mengurangi daya tampung kolam.

“Kita melakukan pengerukan kolam di Taman Kamboja yang diperkirakan sudah lebih dari 10 tahun tidak pernah dikeruk secara menyeluruh. Kita ingin mengembalikan fungsi kolam ini sebagai ruang retensi air di tengah kota,” ujar Yamin.

Menurutnya, sedimentasi yang diangkat diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kolam sehingga mampu menahan limpasan air saat hujan deras. “Sedimentasi yang menumpuk kita angkat agar daya tampungnya bertambah. Sehingga ketika hujan deras kolam ini dapat menahan sementara limpasan air dan membantu mengurangi genangan,” katanya.

Yamin menegaskan, pengerukan kolam Kamboja merupakan bagian dari upaya Pemko membenahi sistem pengendalian air secara menyeluruh. Menurutnya, penanganan genangan tidak cukup hanya mengandalkan drainase, tetapi juga harus dibarengi optimalisasi sungai dan ruang-ruang retensi.

“Ini bagian dari upaya kita membenahi pengendalian air di Banjarmasin. Sungai, drainase, dan ruang-ruang retensi harus kita optimalkan bersama. Insyaallah kita kerjakan bertahap dan berkelanjutan,” ucapnya.

Kepala Bidang Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Khairina Rahmi, mengatakan kolam tersebut akan disiapkan sebagai salah satu ruang retensi untuk menampung limpasan air di kawasan RTH Kamboja. Kolam yang memiliki luas sekitar 700 meter persegi itu, kolam ditargetkan mampu menampung sekitar 1.900 meter kubik air.

“Luas kolam sekitar 700 meter persegi dan nantinya mampu menampung hingga 1.900 meter kubik. Kedalamannya akan dibuat sekitar 3,2 meter,” ujar, Emmy sapaan akrabnya, saat meninjau lokasi, Senin, 7 September 2026.

PUPR menargetkan pekerjaan pengerukan kolam tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan. Setelah pengerjaan rampung, kolam diharapkan dapat berfungsi maksimal sebagai penampung sementara ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Pengerukan kolam mendapat sambutan positif dari warga. Abdul Malik, salah seorang warga, berharap langkah tersebut benar-benar mampu mengurangi persoalan genangan yang selama ini kerap muncul ketika musim hujan.

“Kami menyambut baik pengerukan ini. Mudah-mudahan setelah dikeruk, genangan yang sering terjadi saat musim hujan bisa berkurang,” kata Abdul.

Ia menyebut, kolam tersebut telah berada di kawasan RTH Kamboja sejak pembangunan. Namun, menurutnya, selama lebih dari satu dekade kolam belum pernah mendapatkan pengerukan secara menyeluruh dari pemerintah kota.

“Sejak dibangun, setahu saya kolam ini belum pernah dikeruk secara menyeluruh. Jadi memang sudah waktunya dibenahi,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....