Empat Desa di Batola Mendapat Apresiasi Desa Peduli Stunting

  • 19 Apr 2026 10:08 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Barito Kuala - Pemerintah Kabupaten Barito Kuala melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Barito Kuala melaksanakan acara Pemberian Apresiasi Desa Peduli Stunting. Kegiatan tersebut digelar di Balai Desa Panca Karya Kecamatan Alalak, Kamis, 16 April 2026.

Acara tersebut diisi dengan sambutan arahan Bupati Barito Kuala yang disampaikan oleh Wakil Bupati Herman Susilo. Ia hadir selaku Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Barito Kuala.

Kepala Dinas DP2KBP3A, dr. Hj. Azizah Sri Widari, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan atas komitmen nyata pemerintahan desa. Terutama dalam upaya menekan angka stunting di wilayah masing-masing.

"Hari ini kita melaksanakan kegiatan apresiasi desa peduli stunting di Desa Panca Karya ini karena kita cukup berbangga, dengan ada empat desa hari ini yang kita beri apresiasi. Dimana keempat desa ini menghasilkan nol stunting selama tiga bulan berturut-turut di tahun 2025, yaitu bulan Oktober, November, dan Desember," katanya.

dr. Azizah menjelaskan bahwa standar tiga bulan ditetapkan untuk memastikan penurunan stunting bukan sekadar kebetulan. Hal ini menjadi indikator adanya komitmen nyata dari desa dalam penanganan stunting.

"Kalau yang tiga bulan, itu artinya memang ada komitmen untuk menurunkan stunting, istimewanya Desa Panca Karya khususnya, di sini sudah lebih setahun nol stuntingnya,” ujarnya “Upaya dari Pak Kades, tim desa, serta masyarakat yang kooperatif sangat luar biasa sehingga stunting bisa nol, Mudah-mudahan ini menjadi pemicu semangat untuk desa-desa lain.”

Sementara itu, Wakil Bupati Barito Kuala, Herman Susilo, dalam sambutannya menekankan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Ia menyebut upaya ini penting untuk masa depan generasi dan pembangunan daerah.

"Berbicara tentang stunting, ini bukan hanya sekedar menjadi program atau mencari apresiasi, tetapi ini adalah tanggung jawab kita. Program ini harus dilakukan dengan kebersamaan, mulai dari orang tua, aparat desa, kecamatan, kabupaten, sampai tingkat nasional harus peduli," ucap Herman Susilo.

Ia juga menyampaikan rasa bangganya terhadap pencapaian empat desa tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini dapat menjadi contoh bagi desa lainnya di Barito Kuala.

"Saya yakin, dengan sampai setahun (nol stunting), tentunya ini adalah wujud kecintaan dan tanggung jawab Bapak-Ibu sekalian, terkait harapan untuk menjadi Desa Bebas Stunting, insya Allah nanti kita rembukkan lagi karena kita sebagai kepala daerah harus mendukung penuh program ini,” ujarnya. “Soal dana, kita bisa cari. Terima kasih buat bapak ibu sekalian yang sudah bekerja sekuat tenaga, mudah-mudahan ini menjadi amal jariah."

Acara dilanjutkan dengan penyerahan apresiasi Desa Peduli Stunting tingkat Kabupaten Barito Kuala tahun 2026. Penyerahan dilakukan oleh Wakil Bupati didampingi Kepala DP2KBP3A, Kepala Dinas Sosial, serta camat terkait.

Penghargaan berupa sertifikat dan uang sebesar lima juta rupiah diberikan kepada masing-masing desa. Desa yang menerima penghargaan adalah Desa Panca Karya Kecamatan Alalak, Desa Karang Buah dan Desa Karang Dukuh Kecamatan Belawang, serta Desa Bandar Karya Kecamatan Tabukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....