Manajemen Nabi Yusuf Jadi Teladan Hadapi Krisis Ekonomi

  • 18 Apr 2026 11:35 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin- Manajemen Nabi Yusuf As menjadi teladan menghadapi krisis ekonomi. Hal ini disampaikan dalam Kuliah Subuh RRI Pro 1 Banjarmasin, Sabtu,18 April 2026.

Program Kuliah Subuh ini menghadirkan narasumber Ustazah Elida Mahriani, SE, I, MM akademisi UIN Antasari Banjarmasin. Kajian tersebut membahas sistem Manajemen Nabi Yusuf AS.

Ustazah Elida menjelaskan manajemen merupakan proses perencanaan hingga mengatur penggunaan sumber daya. Tujuannya untuk mencapai hasil yang optimal dalam kehidupan pribadi maupun organisasi.

Ia menyebut Nabi Yusuf memiliki kemampuan ekonomi dan manajerial yang sangat baik. Perencanaan matang mampu membawa Mesir menuju masa kemakmuran.

“Perencanaan keuangan harus dimulai sejak masa surplus untuk menghadapi masa krisis," ucapnya. "Hal ini dicontohkan Nabi Yusuf dalam kisahnya."

Lebih lanjut, Elida menjelaskan pengelolaan meliputi pengumpulan, penyimpanan, dan distribusi secara terencana. Prinsip ini relevan diterapkan dalam kondisi ekonomi saat ini.

"Dalam kisah tersebut, Nabi Yusuf menghadapi ujian berat berupa fitnah hingga dipenjara," ujarnya. "Namun, dengan kesabaran dan kejujuran, beliau akhirnya dipercaya mengelola perbendaharaan negara."

Strategi yang diterapkan meliputi penyimpanan hasil panen selama masa subur. Gandum disimpan dalam bulir untuk menjaga kualitas dan mengurangi kerusakan.

Saat masa paceklik, persediaan pangan didistribusikan secara terkendali kepada masyarakat. Langkah ini bertujuan menjaga ketersediaan dan mencegah kelangkaan.

Ustazah Elida menilai konsep tersebut relevan dengan kondisi ekonomi modern. Siklus ekonomi yang tidak stabil membutuhkan perencanaan yang matang.

Ia menambahkan kehidupan memiliki fase surplus dan krisis yang harus diantisipasi. Oleh karena itu, perencanaan keuangan menjadi hal utama menghadapi masa sulit.

Masyarakat juga diimbau menerapkan prinsip menabung, efisiensi, dan pengelolaan keuangan sejak dini. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga.

“Melalui kajian ini, masyarakat diharapkan lebih bijak mengelola rezeki. Keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat juga perlu diperhatikan,” ujar Elida.

Kajian ini diharapkan memberikan pemahaman yang mudah dipahami dan digunakan oleh masyarakat. Dengan perencanaan yang baik, kehidupan dapat dijalani lebih tenang dan tawakal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....