Sampah Jafri Zam-Zam Meluber, Arus Lalu Lintas dan Pedagang Terganggu

  • 15 Apr 2026 21:20 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Jafri Zam-Zam kembali dipenuhi tumpukan sampah yang meluap hingga ke badan jalan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pantauan RRI, sebagian sampah juga tampak terbungkus karung dan menumpuk di sisi jalan utama.

Kondisi sampah yang meluber hingga ke badan jalan ini turut menyebabkan arus lalu lintas terganggu akibat terjadinya penyempitan jalur. Hal ini dipicu posisi TPS yang berada tepat di salah satu titik dengan mobilitas kendaraan yang padat.

Selain persoalan jalan, luapan sampah ini juga memicu keluhan dari masyarakat, terutama para pedagang yang di sekitar kawasan tersebut. Salah seorang pedagang, Fakhrurazi, menyebut peningkatan volume sampah ini sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir.

Lokasi warungnya yang berada tepat di depan TPS membuat paparan aroma tak sedap dan serbuan serangga sulit dihindari. Situasi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak langsung pada kelangsungan usahanya.

"Pastinya ini mengganggu bagi kami yang berjualan. Karena jadi banyak lalat dan pelanggan juga terganggu dengan baunya apalagi kalau anginnya ke arah warung," katanya kepada RRI Rabu malam, 15 April 2026.

Ia pun berharap segera dilakukan pembersihan total agar kondisi lingkungan dapat kembali bersih. Menurutnya, hal ini sangat mendesak mengingat banyaknya pedagang makanan yang mencari nafkah di sekitar lokasi tersebut.

Sementara itu, Pengawas TPS, Subakti, menjelaskan kendala utama saat ini berasal dari adanya pembatasan kuota pembuangan sampah di TPA Banjarbakula. Saat ini Banjarmasin hanya dijatah membuang sampah sebanyak 200 ton per hari sehingga pengangkutan dari TPS tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian sampah sengaja dibungkus dalam karung untuk menghindari ceceran limbah serta aroma yang menyengat. Langkah ini juga menjadi upaya petugas untuk merapikan tumpukan sampah yang belum sempat terangkut ke tempat pembuangan akhir.

"Ini arahan dari Dinas Lingkungan Hidup juga biar tidak meluber. Jadi ini solusi sementara karena juga ada banyak keluhan dari masyarakat," ucapnya.

Subakti menambahkan bahwa operasional armada pengangkutan di lapangan sebenarnya tetap berjalan normal dan rutin setiap harinya. Namun keterbatasan kuota pembuangan di TPA itulah yang memicu terjadinya penumpukan sisa sampah yang belum terangkut di sejumlah titik.

Kondisi sampah yang menumpuk di TPS ini tidak hanya terjadi di Jafri Zam-Zam saja, namun juga di sejumlah TPS lain di Kota Banjarmasin. Hal ini semakin memperparah kondisi pengelolaan sampah di Kota Seribu Sungai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....