Armada Tua dan Kuota Terbatas, DLH Banjarmasin Atur Strategi Pembuangan Sampah

  • 14 Apr 2026 14:25 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin terus berupaya menjaga kelancaran pengangkutan sampah meski di tengah kondisi armada operasional yang mayoritas berusia tua. Langkah ini dilakukan guna memastikan kebersihan kota tetap terjaga di tengah beban kerja kendaraan yang semakin meningkat.

Salah seorang sopir truk sampah, Jamal, mengungkapkan truk yang ia kendarai saat ini sudah berusia sekitar 17 tahun dan mulai sering mengalami kendala teknis. Meski unitnya sudah tidak lagi prima, ia tetap rutin mengangkut sampah di kawasan Kuripan dan Ahmad Yani menuju tempat pembuangan akhir.

"Kondisinya sudah cukup tua dan sudah beberapa kali juga rusak. Padahal setiap malam saya harus dua kali bolak-balik mengantar sampah ke TPA Banjarbakula di Banjarbaru," katanya, Rabu lalu, 1 April 2026.

Jamal menyebut kerap terjadi kendala pada mesin yang menghambat efektivitas waktu pengangkutan di lapangan. Ia berharap adanya peremajaan unit di masa mendatang agar proses pengangkutan sampah bisa berjalan lebih optimal dibandingkan saat ini.

Berdasarkan data, mayoritas dari total 83 unit truk pengangkut sampah milik DLH Banjarmasin telah memasuki usia yang cukup tua. Beberapa unit tercatat sudah beroperasi lebih dari 15 tahun, sehingga memerlukan perawatan ekstra agar tetap bisa bertugas setiap hari.

Menanggapi hal tersebut, Kepala DLH Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, membenarkan bahwa banyak armada mulai dari arm roll hingga dump truck yang memerlukan perhatian khusus. Pihaknya kini menerapkan strategi pembagian ritase pengiriman guna menjaga daya tahan mesin kendaraan yang ada.

"Jadi strategi kita sementara sebelum melakukan penganggaran, untuk yang sudah berumur mungkin hanya akan membawa satu kali saja ke Banjarbakula. Tapi yang masih tergolong baru akan kita maksimalkan dua kali pengiriman," ujarnya kepada RRI, Rabu lalu, 8 April 2026.

Strategi ini diterapkan untuk menyiasati beban kerja armada yang semakin jauh sejak lokasi pembuangan dialihkan ke TPA Banjarbakula. Terlebih, saat ini terdapat penyesuaian kuota pembuangan yang harus dikelola dengan sangat cermat oleh pihak dinas.

"Kuota pembuangan sampah kita di TPA Banjarbakula itu hanya 200 ton per hari. Padahal kondisi sampah kita saat ini mencapai sekitar 491 ton per hari," katanya menjelaskan.

Tezar berharap adanya ruang untuk penambahan kuota pembuangan guna mengantisipasi volume sampah harian di Kota Seribu Sungai. Ia menegaskan langkah antisipasi akan terus dilakukan sembari menyiapkan payung hukum yang lebih kuat untuk jangka panjang.

"Kami juga sedang merancang rencana induk pengelolaan sampah yang mungkin akan dijadikan perda. Sehingga nanti akan ada gambaran terkait pengelolaan sampah di hulu hingga ke hilir," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....