Menteri Lingkungan Hidup Dorong Gerakan Pilah Sampah di ULM Banjarbaru

  • 10 Apr 2026 13:33 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru – Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., ke Universitas Lambung Mangkurat pada Kamis, 9 April 2026, menyoroti upaya kampus dalam pengelolaan dan pemilahan sampah. Dalam kesempatan tersebut, Menteri LH turut meresmikan gerakan pilah sampah dengan konsep “sampah kampus selesai di kampus” sebagai bagian dari program nasional.

Menteri Lingkungan Hidup menegaskan bahwa gerakan pilah sampah merupakan langkah penting dalam membangun budaya lingkungan di lingkungan kampus. Ia menyebut kampus memiliki peran strategis sebagai pusat pembentukan intelektual yang mampu menciptakan ekosistem berkelanjutan.

“Gerakan pilah sampah ini bukan kerja cepat,” ujarnya. “Tetapi kerja berkelanjutan yang membutuhkan inovasi dan dukungan semua pihak.”

Selain pemilahan, perhatian Menteri Lingkungan Hidup juga tertuju pada inovasi pengolahan sampah yang dikembangkan ULM melalui riset. Inovasi tersebut dinilai sebagai salah satu solusi konkret dalam mengatasi persoalan sampah, khususnya sampah plastik residu yang selama ini tidak memiliki nilai ekonomi.

Guru Besar ULM, Sunardi, menjelaskan bahwa pihaknya mengembangkan teknologi reaktor pelelehan untuk mengolah sampah plastik residu menjadi material komposit bernama ecowood. Ia menyebut teknologi tersebut telah dipatenkan dan mampu menghasilkan produk bernilai guna.

“Sampah plastik yang tidak bernilai ekonomi kami lelehkan menggunakan reaktor yang telah dipatenkan,” kata Sunardi. “Kemudian dicetak menjadi produk yang memiliki nilai guna.”

Ia menambahkan, inovasi tersebut mampu mengolah hingga satu ton sampah plastik residu menjadi sekitar satu meter kubik komposit dengan nilai ekonomi mencapai Rp4 juta hingga Rp4,5 juta. Produk ecowood memiliki kualitas setara kayu dan lebih tahan terhadap api, asam, serta rayap.

Sementara itu, Rektor ULM, Ahmad Alim Bachri, menyampaikan bahwa inovasi tersebut merupakan hasil riset selama empat tahun yang kini mulai diarahkan ke tahap komersialisasi. Ia menegaskan komitmen kampus dalam mendukung program nasional pengelolaan sampah melalui penguatan peran mahasiswa sebagai penggerak gerakan pilah sampah.

“Kami berharap inovasi ini tidak berhenti di sini,” ujarnya. “Tetapi terus berkembang dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.”

Melalui sinergi kebijakan, inovasi, dan dukungan akademik, ULM optimistis dapat menjadi green campus yang berkontribusi dalam penyelesaian persoalan sampah. Inisiatif ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan yang dapat diterapkan lebih luas di masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....