Kalsel Proyek Strategis Nasional, Potensi Swasembada Pangan Capai 1,1 Juta Ton
- 01 Agt 2026 14:09 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kalimantan Selatan kembali mendapat peran strategis dalam agenda ketahanan pangan nasional. Provinsi ini ditetapkan sebagai salah satu dari empat wilayah prioritas dalam Program Nasional Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) yang digagas pemerintah pusat.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol, menegaskan Kalimantan Selatan memiliki modal besar untuk menjadi salah satu penyangga utama ketahanan pangan Indonesia. Dengan luas lahan persawahan mencapai sekitar 300 ribu hektare, daerah ini mampu memproduksi sekitar 1,1 juta ton gabah setiap tahun.
"Kalimantan Selatan memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Selain memiliki sekitar 300 ribu hektare lahan sawah dengan produksi sekitar 1,1 juta ton gabah, daerah ini juga didukung sektor peternakan, perikanan, hortikultura, hingga perkebunan kelapa sawit yang sangat potensial," ujar Hanif Faisol.
Ia menyebut potensi tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota, di antaranya Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Kotabaru, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Banjar, Banjarbaru, Balangan. Hingga Kabupaten Paser yang menjadi kawasan dengan beragam komoditas unggulan pendukung ketahanan pangan.
Menurut Hanif, pengembangan KSPEAN merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 yang mengarahkan percepatan penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan sektor pangan, energi, dan sumber daya air secara terintegrasi.
"Pengembangan KSPEAN merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden agar penguatan ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada produksi pangan. Tetapi juga terintegrasi dengan sektor energi dan air sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan," katanya.
| Baca juga: Kalsel Hari ini Berawan Berpotensi Hujan |
Hanif juga menyoroti sektor peternakan Kalimantan Selatan yang dinilai telah menunjukkan kemandirian. Menurutnya, budidaya itik serta pengembangan peternakan sapi yang terintegrasi dengan perkebunan kelapa sawit menjadi kekuatan baru dalam menopang kebutuhan pangan daerah.
"Untuk sektor peternakan, Kalimantan Selatan memiliki potensi yang cukup besar melalui budidaya itik dan peternakan sapi yang terintegrasi dengan perkebunan sawit. Saat ini Kalsel sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya sendiri, bahkan memasok ke sejumlah daerah di luar Kalimantan Selatan," ujar mantan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup tersebut.
Pemerintah berharap pelaksanaan KSPEAN mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Sehingga target swasembada pangan nasional dapat diwujudkan secara berkelanjutan.
"Atas arahan Bapak Presiden, Kemenko Pangan akan terus memperkuat sinergi antar kementerian teknis bersama pemerintah daerah. Tujuannya untuk mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucap Hanif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....