Syawal Momentum Menjaga Konsistensi Ibadah setelah Ramadan
- 09 Apr 2026 11:38 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Bulan Syawal menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah setelah Ramadan.
- Guru Besar UIN Antasari, Prof. Dr. Hj. Nuril Huda, M.Pd, menekankan pentingnya tidak menurunkan semangat ibadah pasca Ramadan.
- Syawal bermakna peningkatan, sehingga umat didorong untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian ibadah Ramadan.
- Konsistensi dan istiqamah dalam ibadah menjadi indikator keberhasilan Ramadan yang sesungguhnya.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Bulan Syawal menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas ibadah setelah Ramadan. Hal ini diungkapkan Guru Besar UIN Antasari, Prof. Dr. Hj. Nuril Huda, M.Pd, saat diwawancarai RRI, Kamis 9 April 2026.
Menurutnya, secara makna, Syawal berarti peningkatan sehingga umat Islam didorong untuk tidak berhenti pada capaian Ramadan. Justru di bulan ini, kualitas ibadah seharusnya terus dijaga dan ditingkatkan.
“Syawal itu artinya peningkatan, jadi bukan penurunan ibadah,” kata Prof. Nuril Huda. “Di sinilah kita membuktikan apakah Ramadan benar-benar berdampak dalam kehidupan sehari-hari.”
Ia menekankan pentingnya menjaga amalan kecil yang dilakukan secara konsisten. Kebiasaan sederhana seperti membaca Al-Qur’an atau melaksanakan salat sunnah tetap memiliki nilai besar di sisi Allah Swt.
“Allah mencintai amalan yang kontinu meskipun sedikit,” ujarnya. “Tidak perlu banyak, tapi harus istiqamah dilakukan setiap hari.”
Baca juga: https://berita.rri.co.id/banjarmasin/regional/2320405/ramadan-bukan-akhir-syawal-jadi-momentum-pembuktian-iman
Selain itu, puasa enam hari di bulan Syawal menjadi sarana menjaga semangat spiritual. Amalan ini tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi juga bukti kesungguhan dalam beribadah.
“Puasa Syawal seperti penyempurna dan bukti bahwa kita beribadah bukan karena musim,” ucap Prof. Nuril Huda. “Ini menunjukkan kecintaan kita kepada Allah yang berkelanjutan.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....