Muhasabah Akhir Tahun Hijriah Jadi Momentum Evaluasi Diri
- 04 Jun 2026 13:51 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Menjelang berakhirnya tahun 1447 Hijriah, umat Islam diajak menjadikan momentum pergantian tahun sebagai waktu untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri. Muhasabah dinilai penting untuk meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah Swt.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz H. Asfiani Noorhasani, Lc., M.H dalam acara Hikmah Subuh di RRI Pro4 Banjarmasin, Kamis, 4 Juni 2026. Ia menjelaskan bahwa muhasabah merupakan ciri orang beriman dalam upaya memperbaiki diri secara berkelanjutan.
“Allah Swt telah mengingatkan dalam Surah Al-Hasyr ayat 18 agar setiap orang memperhatikan apa yang telah dipersiapkan untuk hari esok,” ujarnya. “Ayat ini menjadi dasar penting bagi umat Islam untuk terus melakukan evaluasi diri.”
Menurut Ustaz Asfiani, evaluasi pertama yang perlu dilakukan adalah aspek akidah dan keimanan. Ia menekankan pentingnya setiap Muslim menilai apakah keimanan semakin kuat, semakin mengenal Allah, serta terhindar dari penyakit hati seperti riya dan sum’ah.
“Setiap Muslim perlu bertanya apakah imannya semakin kuat atau tidak,” katanya. “Termasuk apakah masih terdapat penyakit hati yang mengganggu keikhlasan ibadah.”
Ia juga menjelaskan bahwa shalat menjadi bagian penting dalam evaluasi diri karena merupakan amal pertama yang akan dihisab. Oleh karena itu, pelaksanaannya perlu terus diperbaiki baik dari segi waktu, berjamaah, maupun kekhusyukan.
“Kita perlu melihat kembali apakah shalat lima waktu sudah dilakukan tepat waktu dan berjamaah,” ujarnya. “Termasuk apakah sudah dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan.”
Selain itu, interaksi dengan Al-Qur’an dan pelaksanaan ibadah sunnah juga menjadi bagian penting dalam muhasabah. Hal ini mencakup kebiasaan membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an serta konsistensi dalam ibadah sunah.
Ia menambahkan bahwa zakat, infak, sedekah, serta akhlak kepada sesama juga perlu dievaluasi. Hubungan dengan orang tua, keluarga, tetangga, dan masyarakat menjadi cerminan kualitas pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Orang yang beruntung bukan hanya yang bertambah usianya,” ujarnya. “Tetapi mereka yang semakin bertambah dekat dan taat kepada Allah Swt.”
Ia berharap akhir tahun Hijriah menjadi momentum untuk memperbarui taubat dan melakukan introspeksi diri. Selain itu, umat Islam diharapkan dapat menyusun target ibadah yang lebih baik pada tahun berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....