Keikhlasan dan Kualitas Tentukan Nilai Amal di Sisi Allah

  • 14 Jun 2026 07:16 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Amal saleh yang dilakukan seorang muslim tidak hanya dinilai dari banyaknya ibadah yang dikerjakan, tetapi juga dari keimanan, keikhlasan, dan kualitas pelaksanaannya. Hal tersebut disampaikan Ustadz Abu Bakar, S.Ag. dalam program Hikmah Subuh RRI Pro 4 Banjarmasin, Kamis, 11 Juni 2026, dengan tema "Nilai Amal di Sisi Allah Swt".

Menurutnya, Allah Swt memberikan penilaian yang berbeda terhadap setiap amal perbuatan manusia. Ada amal yang dibalas setimpal, ada yang dilipatgandakan hingga ratusan kali, bahkan ada pula amal yang ganjarannya menjadi rahasia Allah Swt.

Ustadz Abu Bakar menjelaskan bahwa dalam hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA disebutkan adanya beberapa tingkatan balasan amal. Di antaranya adalah ganjaran surga bagi orang yang beriman dan beramal saleh serta ancaman neraka bagi mereka yang menyekutukan Allah Swt.

Ia mengatakan setiap perbuatan maksiat akan mendapatkan balasan sesuai kadar dosanya. Sebaliknya, niat baik yang belum sempat diwujudkan tetap dicatat sebagai satu kebaikan oleh Allah Swt.

Sementara itu, amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas akan memperoleh pahala minimal sepuluh kali lipat. Hal tersebut menunjukkan bahwa keikhlasan memiliki peran penting dalam menentukan nilai suatu amal.

Ia juga menekankan keutamaan sedekah dan infak di jalan Allah Swt yang dijanjikan pahala hingga tujuh ratus kali lipat. Menurutnya, hal ini menunjukkan besarnya perhatian Islam terhadap kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.

"Allah sangat mencintai hamba yang gemar bersedekah dan membantu orang lain. Karena itu, balasannya pun dilipatgandakan berkali-kali lipat," ujarnya.

Lebih lanjut, Ustadz Abu Bakar menjelaskan bahwa puasa merupakan ibadah yang memiliki keistimewaan tersendiri. Dalam hadis qudsi disebutkan bahwa puasa adalah untuk Allah Swt dan Allah sendiri yang akan memberikan balasannya.

Karena itu, besarnya pahala puasa tidak diketahui oleh siapa pun selain Allah Swt. Keistimewaan tersebut menjadi motivasi bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan.

Ustadz Abu Bakar mengingatkan agar umat Islam tidak hanya berfokus pada kuantitas ibadah. Keikhlasan, ketulusan niat, dan konsistensi dalam berbuat baik menjadi faktor utama yang menentukan tinggi rendahnya nilai amal di sisi Allah Swt.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....