Ramadan Bukan Akhir, Syawal Jadi Momentum Pembuktian Iman
- 09 Apr 2026 08:45 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Penurunan semangat ibadah setelah Ramadan menjadi perhatian utama di bulan Syawal.
- Prof. Dr. Hj. Nuril Huda menilai aktivitas normal setelah Idulfitri sering membuat kebiasaan baik selama Ramadan perlahan ditinggalkan.
- Fenomena ini disebut sebagai “arus balik spiritual” di mana orang yang rajin menjadi lalai kembali.
- Keberhasilan Ramadan terlihat dari bagaimana seseorang menjalankan ibadah di bulan setelahnya.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Fenomena penurunan semangat ibadah setelah Ramadan menjadi perhatian utama di bulan Syawal. Hal ini disampaikan Guru Besar UIN Antasari, Prof. Dr. Hj. Nuril Huda, M.Pd, dalam dialog Kuliah Subuh di RRI Pro1 Banjarmasin, Kamis pagi 9 April 2026.
Ia menilai, masa pasca-Idulfitri kerap menjadi titik rawan bagi konsistensi spiritual umat. Aktivitas yang kembali normal sering kali membuat kebiasaan baik selama Ramadan perlahan ditinggalkan.
“Setelah Ramadan, banyak yang mengalami arus balik spiritual, dari yang rajin menjadi lalai kembali,” kata Prof. Nuril Huda. “Padahal, inilah masa ujian sesungguhnya bagi kualitas iman seseorang.”
Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi ini mengibaratkan fenomena tersebut seperti seseorang yang merusak hasil kerjanya sendiri setelah berusaha keras selama sebulan penuh. Ibadah yang dibangun dengan susah payah bisa hilang jika tidak dijaga dengan kesungguhan.
“Allah sudah mengingatkan agar kita tidak seperti orang yang mengurai benang yang sudah dipintal kuat,” ucapnya. “Artinya, jangan sampai ibadah Ramadan hancur sia-sia setelah Syawal datang.”
Karena itu, menjaga konsistensi menjadi kunci utama dalam mempertahankan kualitas keimanan. Syawal bukan akhir dari ibadah, melainkan awal dari pembuktian diri.
“Keberhasilan Ramadan terlihat dari bagaimana kita menjalankan ibadah di bulan setelahnya,” ujar Prof. Nuril Huda. “Jika ibadah tetap terjaga, itu tanda amal kita diterima.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....