Hari Asyura Jadi Momentum Tebar Kebaikan dan Raih Keberkahan
- 19 Jun 2026 14:47 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Mengenal sejarah dan peristiwa besar yang terjadi pada Hari Asyura
- Memahami keutamaan puasa Asyura yang penuh pahala dan ampunan
- Memperbanyak berbagi kebahagiaan melalui keluarga, anak yatim, dan sesama
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Hari Asyura menjadi momen istimewa yang dapat dimanfaatkan umat Islam untuk meraih pahala besar melalui amalan sederhana. Momentum ini juga dinilai sebagai kesempatan memperkuat pemahaman sejarah dan meningkatkan kualitas ibadah.
Hal tersebut dibahas dalam program Ngobrol Bareng Komunitas RRI Pro1 Banjarmasin, Kamis, 18 Juni 2026. Program ini menghadirkan Ahmad Maulana, M.Pd, dari Ikatan Dai Indonesia Kalimantan Selatan sekaligus pengajar Ponpes Insan Madani Banjarmasin.
Ahmad Maulana menjelaskan Asyura berasal dari kata Arab ‘asyarah yang berarti sepuluh, merujuk pada tanggal 10 Muharam. Dalam sejarah Islam, hari tersebut memiliki kedudukan istimewa karena berkaitan dengan berbagai peristiwa penting para nabi.
“Puasa Asyura merupakan sunah muakkadah yang memiliki keutamaan besar bagi umat Islam,” ujarnya. “Puasa bukanlah beban, tetapi akan terasa ringan ketika kita memahami makna dan keistimewaan yang ada di baliknya.”
Ia menambahkan, pemahaman sejarah menjadi kunci untuk menumbuhkan semangat beribadah. Berbagai peristiwa seperti diselamatkannya Nabi Musa as dari Fir’aun, diterimanya taubat Nabi Adam as, hingga keselamatan Nabi Nuh as menjadi bagian penting dari makna Hari Asyura.
“Ketika kita mengetahui sejarah Hari Asyura, semangat beribadah akan tumbuh dengan sendirinya,” kata Ahmad Maulana. “Hari ini mengajarkan bahwa pertolongan Allah selalu hadir bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.”
Selain itu, umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa Asyura yang dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya. Ibadah ini dapat dilakukan pada 10 Muharam atau disertai puasa 9 dan 11 Muharam sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah saw.
Ahmad Maulana juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak amal kebaikan di Hari Asyura, termasuk berbagi kepada keluarga, anak yatim, dan lingkungan sekitar. Menurutnya, semakin banyak kebaikan yang dilakukan, semakin besar pula keberkahan yang diperoleh.
“Jangan lewatkan kesempatan berbagi kebahagiaan di Hari Asyura, baik kepada keluarga, anak yatim, maupun masyarakat sekitar. Semakin banyak kebaikan yang ditebarkan, semakin besar pula keberkahan yang diharapkan dari Allah Swt,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....