Tahun Baru Islam Jadi Momentum Muhasabah dan Peningkatan Ketakwaan

  • 18 Jun 2026 16:51 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, umat Islam diingatkan untuk menjadikan momentum pergantian tahun sebagai sarana introspeksi diri atau muhasabah. Hal tersebut disampaikan Ustaz Ilyas, S.Pd.I. dalam program Hikmah Subuh RRI Pro 4 Banjarmasin, Kamis, 18 Juni 2026.

Ustaz Ilyas menjelaskan, Tahun Baru Hijriah bukan sekadar pergantian kalender, tetapi menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan hidup selama satu tahun terakhir. Muhasabah dilakukan untuk menilai sejauh mana pelaksanaan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, evaluasi diri mencakup hubungan manusia dengan Allah Swt serta hubungan dengan sesama manusia. Kedua aspek tersebut menjadi tolok ukur penting dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.

“Setiap muslim perlu bertanya kepada dirinya sendiri. Apakah ibadahnya semakin baik, akhlaknya semakin mulia, dan kepeduliannya terhadap sesama semakin meningkat,” ujarnya.

Selain muhasabah, Ustaz Ilyas juga menekankan pentingnya tawakal setelah melakukan ikhtiar secara maksimal. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan menyerahkan hasil kepada Allah Swt setelah berusaha dengan sungguh-sungguh.

Ia mengingatkan bahwa tidak semua harapan manusia akan berjalan sesuai keinginan. Namun setiap ketentuan Allah Swt diyakini mengandung hikmah dan kebaikan bagi hamba-Nya.

Melalui semangat muhasabah dan tawakal, umat Islam diharapkan mampu menjadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Momentum ini juga menjadi penguat untuk semakin taat dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....