Diisukan Naik, Perum Bulog Kalsel Pastikan Minyak Subsidi Tetap Stabil

  • 08 Apr 2026 21:32 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Selatan memastikan harga minyak goreng tetap stabil meski isu kenaikan harga beredar di pasaran dan masyarakat. Hal ini ditegaskan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap ketersediaan bahan pokok.

Manajer Pemasaran Perum Bulog Kalsel, Panji Lintang, menyatakan bahwa harga minyak dari Bulog tidak mengalami kenaikan. “Mau stoknya banyak atau sedikit, dari Bulog tetap menjual Rp14.500 sesuai aturan,” ujarnya, saat dikonfirmasi RRI, Rabu 8 April 2026.

Panji menyebutkan, sepanjang tahun ini, Bulog telah menerima pasokan minyak sekitar 1,2 juta liter dari berbagai daerah seperti Jakarta, Surabaya, dan Kotabaru. Pasokan minyak tersebut juga telah dibagi secara merata yang difokuskan ke pasar SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok) seperti di Kota Banjarmasin ada di Pasar Antasari dan Pasar Kalindo.

Ia menjelaskan, bahwa keterbatasan pasokan saat ini dari produsen menjadi salah satu penyebab distribusi ke pasar mengalami pengurangan. Pasokan produsen tidak hanya untuk Kalimantan Selatan, sehingga distribusi ke pasar yang termasuk dalam SP2KP harus disesuaikan.

“Kalau barang dari produsen banyak ya kami bisa mendistribusikan dalam jumlah yang banyak juga. Tapi saat ini jumlah pasokan dari produsen juga terbatas, sehingga pendistribusian ke pasar SP2KP dikurangi agar kebutuhan daerah lain tetap terpenuhi,” kata Panji.

Meski demikian, Bulog tetap berupaya menjaga kestabilan harga melalui distribusi rutin. Panji menambahkan, selama Bulog masih memasok, harga minyak akan tetap terkendali di pasaran.

“Pemasokan kini dilakukan sekali dalam seminggu dengan volume sekitar 50 dus atau 600 pax. Nah sebelumnya bisa dua sampai tiga kali dalam seminggu, tapi kan kami berupaya agar stok tetap ada dan merata di pasar SP2KP, jadi ya dibagi-bagi makanya barang yang didistribusikan berkurang,” ucap Panji.

Ia juga menegaskan bahwa barang hasil pendistribusian dari Bulog, pedagang wajib menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Namun, Ia juga tidak memungkiri jika dengan stok yang tersedia terbatas, maka tetap ada kemungkinan pedagang mengambil barang selain dari Bulog yang harganya berbeda, sehingga harga jual minyak diatas HET.

“Kalau ada harga di atas Rp15.700 per liter, kami tidak bisa memastikan. Karena bisa jadi pedagang kekurangan stok dari Bulog sehingga ada mengambil dari distributor lain dan ternyata harganya lebih mahal, itu di luar kuasa kami,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....