Krisis Lingkungan dan Makna Kebun Surga dalam Al-Qur’an
- 06 Apr 2026 18:13 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Program Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin mengangkat tema “Kebun Surga yang Hilang” bersama akademisi UIN Antasari, Sukarni, Senin, 6 April 2026. Siaran ini membahas makna surga dalam Al-Qur’an serta kaitannya dengan kondisi lingkungan hidup saat ini.
Prof. Dr. H. Sukarni, M.Ag., menjelaskan Al-Qur’an menggambarkan surga sebagai kebun yang indah, penuh kenikmatan, dan dialiri sungai-sungai. Gambaran tersebut tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 25 sebagai balasan bagi orang beriman dan beramal saleh.
“Kebun surga adalah simbol keindahan, keseimbangan, dan kenikmatan hidup yang Allah siapkan bagi manusia yang taat,” ujarnya.
Ia menambahkan konsep kebun menggambarkan lingkungan dunia yang seharusnya hijau, bersih, dan bebas polusi. Namun, kondisi tersebut kini mulai berkurang akibat aktivitas manusia yang merusak alam.
“Kerusakan lingkungan seperti deforestasi, polusi, dan perubahan iklim merupakan akibat manusia yang lalai menjaga amanah sebagai khalifah di bumi,” katanya.
Data menunjukkan Indonesia kehilangan sekitar 175.400 hektare hutan pada 2024 akibat alih fungsi lahan, pertambangan, hingga pembangunan infrastruktur. Kondisi ini menjadi peringatan bahwa “kebun surga” di dunia perlahan menghilang.
Menurutnya, upaya memulihkan keseimbangan alam dapat dimulai dari langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Langkah tersebut antara lain mengurangi penggunaan plastik, menghemat energi, memilah sampah, serta menanam pohon.
Hal ini sejalan dengan hadis Nabi Muhammad saw yang menganjurkan menanam pohon sebagai bentuk kebaikan. Dengan demikian, menjaga lingkungan menjadi bagian dari amal saleh yang bernilai ibadah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....