Penyampaian Aspirasi di DPRD Kalsel, Dua Peserta Aksi Ditangani Medis

  • 21 Agt 2026 08:13 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Unjuk rasa Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan di depan Gedung DPRD Provinsi Kalsel berlangsung panjang pada Kamis, 20 Agustus 2026. Aksi penyampaian aspirasi tersebut sempat diwarnai ketegangan dan aksi saling dorong antara massa dengan aparat kepolisian.

Kejadian tersebur bermula saat dialog antara perwakilan mahasiswa dengan sejumlah pejabat daerah menemui jalan buntu. Massa aksi kemudian berupaya menerobos barikade petugas yang menjaga ketat area pintu masuk Kantor DPRD Kalsel.

Situasi yang makin memanas menyebabkan kerusakan fasilitas pagar di depan Gedung DPRD Kalsel. Massa membentangkan spanduk serta menumpuk sampah di atas pagar roboh yang digeser ke ruas Jalan Lambung Mangkurat.

Insiden tersebut juga mengakibatkan dua orang dari massa tumbang di lokasi kejadian. Kedua orang tersebut akhirnya harus mendapatkan penanganan medis.

"Dua teman kami masuk rumah sakit karena. Satu orang perempuan serta satu orang laki-laki," ucap Rizky, perwakilan massa aksi.

Sementara itu, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin, mengimbau seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban serta kondusivitas. Pihaknya mengingatkan agar proses penyampaian aspirasi dilakukan sesuai batas waktu yang telah disepakati.

"Mari tepati waktu dalam menyampaikan aspirasi. Apabila terjadi deadlock, maka siapkan opsi-opsi lain untuk berdiskusi," ujarnya usai aksi.

Mengenai kondisi dua peserta aksi yang tumbang, Kombes Pol Riza Muttaqin memastikan jajarannya telah memberikan pertolongan medis secara cepat. Kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan intensif.

"Meski tadi sempat ditolak oleh rekan-rekan mahasiswa, namun demi kemanusiaan akhirnya mereka bersedia kami antarkan ke RS Bhayangkara. Alhamdulillah laporan yang kami terima yang bersangkutan sudah pulih," katanya menambahkan.

Sebelumnya, massa aksi membawa delapan tuntutan utama terkait isu krisis lingkungan hingga persoalan nasional. Mahasiswa mendesak pemerintah daerah menuntaskan masalah karhutla dan kabut asap, memulihkan pelayanan kelistrikan, pengawasan distribusi SPBU, serta mengesahkan UU Perampasan Aset.

Massa aksi akhirnya membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 19.00 Wita setelah menyampaikan pernyataan sikap. Penjelasan mengenai poin tuntutan lainnya turut disampaikan langsung oleh perwakilan Pertamina, PLN, dan instansi terkait yang hadir di lokasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....