Berusia hingga Belasan Tahun, Truk Sampah Banjarmasin Tetap Beroperasi
- 03 Apr 2026 18:06 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kondisi armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin mulai dikeluhkan para sopir karena sering mengalami kerusakan saat operasional. Masalah ini muncul seiring banyaknya unit kendaraan yang sudah berusia belasan tahun namun tetap beroperasional setiap harinya.
Salah seorang sopir, Jamal, mengatakan truk yang ia kendarai saat ini sudah berusia sekitar 17 tahun. Akibat usia kendaraan yang sudah tua, armada tersebut sering mengalami kendala mesin saat melakukan pengangkutan di kawasan Kuripan dan Ahmad Yani sebagai wilayah tugasnya.
"Kondisinya sudah cukup tua dan sudah beberapa kali juga rusak. Padahal setiap malam saya harus dua kali bolak-balik mengantar sampah ke TPA Banjarbakula di Banjarbaru," katanya pada Rabu, 1 April 2026 lalu.
Jamal menyebut sering terjadi kendala teknis pada mesin truknya yang menghambat waktu kerja di lapangan. Ia berharap bisa segera mendapatkan unit armada yang lebih layak karena truk tua miliknya sudah tidak seoptimal kendaraan yang berusia lebih muda.
Berdasarkan data, terdapat tiga unit truk yang telah berusia 15 hingga 20 tahun, serta 20 unit lainnya di rentang usia 10 sampai 15 tahun. Sementara itu, terdapat 34 unit di usia 5 hingga 10 tahun, 23 unit berusia 3 sampai 5 tahun, dan hanya tiga unit armada yang tergolong baru dengan usia 1 hingga 2 tahun.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin, Marzuki, membenarkan mayoritas truk sampah saat ini memang tidak optimal. Dari total 83 unit truk yang tersedia, sebanyak 57 unit atau sekitar 68 persen di antaranya dinilai sudah layak untuk diremajakan.
"Kondisi ini memang membuat proses operasional jadi tidak optimal. Apalagi memang kondisi sampah yang diangkut ini juga berat dan air lindi itu sangat berpengaruh khususnya pada bak pengangkut sampah," katanya menjelaskan.
Selain itu, tingginya intensitas kerja dengan jarak tempuh 100 hingga 200 kilometer per hari turut meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya. Tercatat sepanjang tahun 2025 lalu, terdapat 10 kasus kecelakaan yang melibatkan truk sampah akibat penurunan performa kendaraan saat bertugas.
"Ditambah sejak tahun lalu kita mulai membuang sampah ke TPA Banjarbakula. Jadi kondisi ini membuat beban kerja armada kita tambah berat," ucapnya.
Meski usulan peremajaan rutin diajukan setiap tahun, namun Marzuki menyebut realisasinya masih terhambat oleh keterbatasan anggaran daerah yang tersedia. Untuk tahun 2026, fokus DLH Banjarmasin masih pada program penanganan dan pengurangan sampah, sementara penggantian unit secara bertahap baru ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2027 mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....