Masuk Permukiman Warga, Seekor Anak Bekantan di Balangan Dievakuasi

  • 29 Mar 2026 10:22 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Balangan - Seekor anak bekantan ditemukan masuk ke permukiman warga di kawasan Tungkap, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan. Satwa endemik Kalimantan yang diperkirakan berusia satu tahun tersebut berhasil diamankan anggota TRC BPBD Balangan, Selasa, 24 Maret 2026 lalu.

Penemuan ini langsung ditindaklanjuti dengan menyerahkan satwa tersebut kepada pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Balangan pada Jumat, 27 Maret untuk penanganan awal. Langkah cepat ini diambil guna memastikan kondisi kesehatan satwa yang menjadi maskot Provinsi Kalimantan Selatan tersebut sebelum dikembalikan ke habitatnya.

Sekretaris BPBD Balangan, Surya Dharma, menjelaskan evakuasi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari warga setempat. Setelah melalui proses perawatan sementara, anak bekantan tersebut kini telah diserahkan sepenuhnya kepada Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

"Kemarin kami amankan setelah adanya laporan warga. Kami juga mengimbau warga agar segera melapor kepada BPBD maupun KPH jika melihat hewan dilindungi ini kembali memasuki area pemukiman," ujarnya saat dikonfirmasi Sabtu, 28 Maret 2026.

Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan Hutan KPH, Muhammad Emir Faisal, menyebut isu,l perlindungan bekantan saat ini memang terus diperketat mengingat statusnya sebagai satwa liar yang terancam punah. Hal ini sejalan dengan regulasi ketat dalam UU Nomor 5 Tahun 1990 yang melarang segala bentuk penguasaan maupun perdagangan satwa dilindungi tanpa izin.

Emir menegaskan perlindungan bekantan kini difokuskan pada pelestarian habitat asli dan penegakan hukum yang tegas. Pihaknya terus berupaya melakukan edukasi kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan agar tidak melakukan tindakan yang dapat merusak ekosistem satwa tersebut.

"Aturan ini melarang pengambilan, pemilikan, dan perdagangan satwa dilindungi tanpa izin. Hal ini juga didukung dengan sanksi pidana dan denda demi mencegah kepunahan bekantan," ucapnya.

Upaya konservasi terhadap bekantan (Nasalis larvatus) saat ini juga melibatkan pengawasan intensif di sejumlah titik habitat endemik di Kalimantan Selatan. Langkah evakuasi yang dilakukan oleh BKSDA menjadi bagian penting dalam menjaga populasi satwa ini agar tetap terjaga dari ancaman kepunahan.

Dikatakan, keterlibatan masyarakat dalam melaporkan temuan satwa liar sangat membantu efektivitas kerja tim konservasi di lapangan. Sinergi antara instansi terkait diharapkan dapat terus menjaga keberlangsungan hidup bekantan sebagai bagian penting dari kekayaan hayati daerah.

"Usai kami terima dari BPBD, anak bekantan tersebut sempat kami rawat. Saat ini sudah kami serahkan ke BKSDA," katanya menerangkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....