Karhutla Dekati Perumahan di Banjarbaru, Warga Mengungsi dan Siaga Malam
- 24 Agt 2026 10:29 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Banjarbaru turut berdampak pada kawasan permukiman. Di kawasan Jalan Berdikari, Perumahan Aero Sinergia, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, kobaran api bahkan hanya berjarak beberapa meter dari bangunan rumah warga.
Salah seorang warga, Tri, mengungkapkan ancaman kebakaran makin parah sejak Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Hawa panas serta kepungan asap tebal masuk ke dalam rumah warga hingga pagi hari.
"Ini jaraknya sangat dekat, paling beberapa meter saja lagi. Kalau pagi kabut asapnya penuh sampai ke dalam rumah," ujarnya saat ditemui, Minggu, 23 Agustus 2026.
Pekatnya paparan asap bahkan membuat dua anak Tri mengalami gangguan pernapasan. Ia terpaksa membatasi aktivitas anak-anaknya di luar rumah.
"Anak-anak sementara kami larang keluar dulu. Karena kasihan mereka sudah mulai batuk-batuk," katanya menambahkan.
Melihat kondisi yang kian memprihatinkan, sebagian warga memilih mengungsi ke tempat aman. Meski demikian, Tri memilih bertahan sementara waktu untuk menjaga rumahnya dari potensi rambatan api.
"Kalau yang lain mengungsi, tapi mereka sering balik dulu ke sini buat mantau api. Kalau kami sementara masih memantau dulu, nanti kalau parah, kami mengungsi ke rumah keluarga di Banjarmasin," ucapnya.
Kondisi serupa dirasakan Nazar, pemilik rumah lainnya di kawasan perumahan tersebut. Ia dan keluarganya terpaksa berjaga secara bergantian untuk membersihkan lahan di sekitar bangunan agar api tidak meluas.
"Kalau di rumah ini kita tidak tinggal setiap hari. Tapi, karena ada benda-benda berharga juga jadi kita pantau terus tiap hari," ucap Nazar.
Nazar bersama sejumlah warga kini rutin melakukan ronda malam secara mandiri. Hal ini guna memantau pergerakan titik api yang sewaktu-waktu dikhawatirkan dapat mendekat.
Sebelumnya, Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni memantau langsung kondisi karhutla di titik tersebut. Ia menyebut meskipun telah dilakukan pemadaman, kondisi lahan dengan karakteristik gambut tersebut masih berpotensi besar memicu kebakaran susulan.
"Tadi saya sempat melihat di Penggalaman, api sudah padam, tapi dari bawah masih ada asap. Karena ini memang gambut, sehingga asapnya memang lebih banyak," ucapnya.
Menhut menegaskan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan seluruh kementerian hingga pemerintah daerah untuk bersinergi. Salah satu langkah cepat yang diambil adalah penambahan satu unit helikopter water bombing yang ditarik dari Riau ke Kalsel.
"Seperti yang diperintahkan Pak Presiden kita semua diminta untuk bergotong-royong bersama. Karena sungguh tidak mudah untuk memadamkan api ini," katanya menambahkan.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk menghentikan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar. Tindakan tersebut, menurutnya sangat memberatkan petugas di lapangan yang setiap hari berjibaku memadamkan api.
"Mohon kepada masyarakat yang masih memiliki tradisi untuk melakukan land clearing dengan cara membakar agar bisa berhenti. Jangan melakukan hal itu lagi," ucapnya tegas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....