Menjaga Lisan agar Tidak Menghapus Amal Kebaikan
- 10 Mar 2026 12:14 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Orang Banjar mengenal ungkapan 'banyak muntung rusak muha', seperti ungkapan bahasa arab yang artinya barang siapa yang banyak berbicara, berpotensi memiliki banyak salah. Hal ini disampaikan oleh Ustaz H. Zulfakar Ali, Lc, dalam program Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan, meskipun tidak boleh banyak berbicara, tetapi bukan berarti seseorang diam sepanjang waktu. Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana seseorang dapat menjaga tutur kata dan ucapan.
Ustaz Zulfakar menyampaikan firman Allah Swt dalam Al Qur'an Surah Al Ahzab ayat 70, yang berarti "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar". Selain perkataan yang benar, sangat penting untuk berkata yang baik dan jujur dengan penyampaian yang bijaksana.
"Seperti sabda Rasulullah saw., ada hal yang sangat menentukan amalan ibadah yang kita lakukan, walaupun semua sudah kita sempurnakan, akan sia-sia jika tidak menjaga lidah," ujarnya.
Dalam hadis riwayat lainnya, Aisyah r.a. bercerita kepada Rasulullah saw. mengenai seorang perempuan yang rajin salat malam dan berpuasa pada siang hari, tetapi memiliki lidah yang tajam sehingga sering melukai perasaan orang di sekitarnya. Meskipun perempuan tersebut ahli ibadah, ucapan yang menyakitkan itu dapat menghapuskan seluruh amal kebaikan yang telah dikerjakannya.
Ia menekankan, tidak hanya perempuan, laki-laki pun harus menjaga lidah dalam berucap. Ia juga mengingatkan agar setiap orang berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara, mengingat dahsyatnya dampak sebuah ucapan, cara penyampaiannya, serta pemilihan kata yang digunakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....