Kabar Stok BBM Terbatas, Sempat Picu Kepanikan Masyarakat di Banjarmasin
- 08 Mar 2026 22:20 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Beredarnya isu keterbatasan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kabar yang beredar luas di media sosial tersebut memicu kepanikan warga khususnya di Kota Banjarmasin.
Salah satunya, Jaini, seorang drivek ojek online yang sempat merasa resah dengan adanya isu keterbatasan stok BBM dalam beberapa waktu kedepan. Ia menyebut, hal tersebut sangat berdampak meningkat pekerjaannya selalu berkaitan dan membutuhkan dengan Bahan Bakar di Jalan.
“Adanya isu itu kemarin emang bikin resah, saya ini kan ojek ya yang harus siap BBM terus, kecuali kalau pake motor listrik gak begitu resah mungkin, karena kami mengandalkan BBM kerjanya, kalo habis ta gak bisa kerja,” ujar Jaini saat ditemui usai mengisi BBM di POM Bensin, Minggu, 8 Maret 2026.
Jaini mengatakan kondisi ini tentu dampak dari apa yang terjadi terkait permasalahan global saat ini. Ia berharap masalah yang sedang terjadi saat ini tidak berkepanjangan, sehingga masyarakat yang ada di indonesia tidak cemas dengan dampak yang kemungkinan terjadi.
“Ya saya berharap, apa yang terjadi saat ini gak berlangsung lama ya. Kalau ini terus terjadi, bisa benar-benar langka nanti bahan bakar karena gak ada stoknya. Kalo gak ada yang kayak saya gini pas mau kerja ya jadi gak bisa karena gak ada isinya kendaran yang mau dipakai,” ucapnya.
Menanggapi isu yang beredar saat ini, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun menyebut pihaknya selalu memantau pasokan BBM melalui ketahanan stok nasional. Ia memastikan untuk stok di setiap depot di kalimatan tetap aman kedepannya.
“Kami pada prinsipnya selalu mengacu kepada stok ketahanan nasional. Jadi untuk 20 hari kedepan setiap depot persediaannya aman, tapi bukan itu saja, setelah 20 hari, BBM tetap ada,” katanya.
Edi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dalam membeli BBM dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Ia menegaskan pembelian yang berlebihan berpotensi mengganggu kelancaran distribusi yang selama ini berjalan normal.
“Kami mengimbau kepada teman-teman konsumen agar tidak panic, tetap normal dalam mengisi bahan bakar sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....