Sungai Veteran Tak Dipersempit, Kapasitas Naik Empat Kali

  • 07 Mar 2026 19:22 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Sempat muncul kekhawatiran di tengah masyarakat bahwa proyek revitalisasi Sungai Veteran akan mempersempit ukuran sungai. Namun, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menepis kabar tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi yang diunggah melalui akun Instagram @pemko_banjarmasin. Faktanya kapasitas tampung air di Sungai Veteran justru dirancang meningkat hingga tiga sampai empat kali lipat.

Proyek yang dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III ini merupakan bagian dari program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP). Tujuannya sangat jelas: membebaskan Banjarmasin dari ancaman banjir.

Bukan Dipersempit, Tapi Dirapikan dan Diperdalam

Data dari Pemko Banjarmasin mencatat, sebelum proyek dimulai, lebar Sungai Veteran memang bervariasi antara 3 hingga 11 meter, tetapi kondisinya sangat dangkal (0,5 - 1,5 meter) dan tidak beraturan. Melalui revitalisasi ini, lebar sungai dibuat seragam menjadi 8 meter. Kedalamannya pun ditambah secara drastis menjadi 3,5 meter, lengkap dengan pelindung tebing di sisi kanan dan kiri.

Terkait masih adanya genangan akhir-akhir ini, Pemko menegaskan itu bukan karena efek proyek. Faktor utamanya adalah curah hujan ekstrem yang mencapai 500-700 mm pada bulan Januari, ditambah pasang air laut di Sungai Martapura yang membuat aliran drainase otomatis tertahan.

Banjir Cepat Surut dan Disulap Jadi Tempat Wisata

Revitalisasi ini tidak hanya sebatas pengerukan. Berbagai infrastruktur canggih sedang dibangun, mulai dari jalan inspeksi, pintu air, hingga pompa pengendali banjir.

Kepala BWS Kalimantan III, Dedi Supriyadi, dalam keterangannya memastikan dampaknya akan sangat terasa bagi warga. Genangan air yang biasanya butuh waktu 3 hari untuk surut, nantinya ditargetkan bisa kering dalam waktu kurang dari setengah hari.

Proyek yang saat ini progresnya sudah mencapai sekitar 50% tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2027. Ke depannya, kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga akan ditata menjadi ikon wisata baru yang dijuluki "Venesia-nya Banjarmasin".

Kawasan ini nantinya akan dilengkapi wisata perahu, taman kota di bantaran sungai, dan tata cahaya yang estetik. Langkah ini juga mendapat respons positif dari warga setempat.

Martin, Ketua RT 15 Veteran, menyebut proyek ini bagus dan sudah dipikirkan matang oleh pemerintah. Sementara itu, Oyong, warga Gang Kenari, mengaku bersyukur tempat tinggal mereka nantinya bisa tertata rapi dan menjadi ikon kota.

"Semoga hasil pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan warga," ujarnya Sabtu, 7 Maret 2026.

Pemko Banjarmasin mengajak seluruh warga untuk ikut menjaga sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan, karena pengendalian banjir adalah investasi untuk kenyamanan masa depan kota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....