Disabilitas: Adaptasi dan Resiliensi

  • 22 Feb 2026 06:14 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin- Program Ruang Disabilitas dan Inklusi mengangkat tema “Disabilitas: Adaptasi dan Resiliensi” pada Sabtu, 21 Februari 2026, menghadirkan akademisi UIN Antasari Banjarmasin Helma Nuraini, S.Psi., M.Pd. Dialog ini membahas bagaimana penyandang disabilitas beradaptasi dan bangkit menghadapi keterbatasan.

Dalam pemaparannya, Helma Nuraini, mengatakan bahwa disabilitas dapat terjadi sejak lahir atau muncul saat dewasa akibat kecelakaan dan penyakit, baik permanen maupun sementara. Karena itu, peran keluarga dan lingkungan sangat penting dalam membentuk resiliensi.

“Resiliensi adalah kemampuan bangkit dari keterbatasan dan tetap hidup bermakna, meski dalam kondisi tidak baik-baik saja," ucap Helma saat dialog di RRI PRO1 Banjarmasin.

Menurut Helma, resiliensi dibangun melalui dukungan sosial, pola pikir positif, strategi coping yang sehat, serta penguatan spiritual. Jika muncul coping negatif atau depresi, pendampingan profesional perlu segera dilakukan.

“Upaya inklusi terus digencarkan hingga 2030, namun stigma terhadap penyandang disabilitas masih terjadi karena pemahaman masyarakat yang belum merata. Edukasi keluarga dan masyarakat menjadi kunci agar mereka tidak merasa terasing,” ujarnya.

Bagi individu yang tiba-tiba mengalami disabilitas saat dewasa, prosesnya kerap menyerupai fase berduka mulai dari shock hingga penerimaan. Lingkungan fisik yang aksesibel dan dukungan sosial menjadi faktor utama agar mereka tidak terpuruk.

Data mencatat sekitar 4.000 penyandang disabilitas di Banjarmasin dan sekitarnya, dengan 103 di antaranya atlet difabel yang aktif berprestasi. Hal ini menegaskan bahwa disabilitas bukan soal kekurangan, melainkan proses adaptasi untuk tetap berdaya dan bermakna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....