Integrasi P4GN Masuk Kurikulum Langkah Lindungi Pelajar

  • 11 Feb 2026 09:11 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Kandangan - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Hulu Sungai Selatan (HSS) memperkuat benteng pertahanan di sektor pendidikan. Hal ini dilakukan dengan integrasi kurikulum penguatan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK HSS, Ade Aryanti Fahriani, menyebut langkah ini menjadi prioritas utama pada tahun 2026. Dalam praktiknya, BNNK HSS akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama (Kemenag) HSS.

"Melalui perjanjian kerja sama ini, kami mendorong sekolah dan madrasah, mulai dari tingkat PAUD hingga sekolah menengah, untuk mengimplementasikan penguatan P4GN," ujarnya, Selasa, 10 Februari 2026.

​Ade menjelaskan pengintegrasian kurikulum ini akan diterapkan secara menyeluruh pada jalur intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler. Dengan demikian, edukasi mengenai bahaya narkotika akan masuk ke dalam struktur pembelajaran di sekolah.

Langkah ini dipicu oleh data nasional tahun 2025 yang menunjukkan prevalensi penyalahgunaan narkoba mencapai 2,11 persen atau setara dengan 4,1 juta jiwa pada usia produktif. Ade menyebutkan, tren peningkatan ini menjadi dasar anak-anak dan remaja menjadi sasaran utama di tahun 2026.

"Fokus kami di tahun 2026 memang menyasar anak-anak, pelajar, hingga mahasiswa. Hal ini berkaitan dengan adanya peningkatan prevalensi pada usia produktif tersebut," ucapnya.

Selain integrasi kurikulum, BNNK HSS juga berencana membentuk sekolah pilot project di tingkat SD dan SMP. Sekolah-sekolah percontohan ini akan menjadi standar dalam penerapan program lingkungan pendidikan bersih dari narkotika.

"Di sekolah-sekolah tersebut, kami juga membentuk remaja yeman sebaya anti narkotika untuk menjadi duta dalam memutus mata rantai narkoba di lingkungannya," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....