Perkuat Kesiapsiagaan, Balangan Bangun Delapan Rumah Evakuasi Bencana
- 09 Jul 2026 19:18 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Balangan - Langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kini terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Balangan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan membangun Rumah Panggung Evakuasi Aman Bencana Berbasis Kemitraan (Bapangku Bamitra).
Pembangunan infrastruktur penyelamatan ini didasari pada peristiwa banjir bandang yang sempat melumpuhkan lima kecamatan di Kabupaten Balangan pada beberapa tahun terakhir. Sebanyak delapan desa yang masuk dalam zona rawan bencana kini menjadi sasaran utama pembangunan rumah evakuasi tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, mengungkapkan infrastruktur penunjang ini dirancang khusus untuk meminimalkan risiko adanya korban jiwa saat banjir melanda. Bangunan sengaja dibuat tinggi dengan menggunakan material kokoh agar tetap aman dan stabil saat digunakan sebagai lokasi evakuasi warga.
"Ketika banjir, warga bisa langsung mengungsi ke sini. Ruang aman ini kita prioritaskan bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil, balita, orang sakit, lansia, anak-anak, hingga penyandang disabilitas," ucapnya Rabu, 8 Juli 2026.
Rahmi menambahkan, berdasarkan data historis pada tahun 2022 silam, bencana banjir besar sempat merendam Kecamatan Halong, Juai, Lampihong, Paringin, dan Paringin Selatan. Pada peristiwa tersebut, tercatat sebanyak 1.019 kepala keluarga dengan total 2.618 jiwa terdampak langsung oleh luapan air.
Fakta itulah yang mendasari pembentukan delapan unit rumah panggung evakuasi di Desa Pupuyuan, Pimping, Ambakiang, Bata, Galumbang, Teluk Bayur, Juai, dan Buntu Karau. Delapan wilayah di tiga kecamatan ini dipilih berdasarkan status kerawanannya yang tinggi sekaligus terpilihnya desa tersebut sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana).
Di sisi lain, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Balangan, Hafis Anshari, menilai kehadiran fasilitas baru ini memiliki peran lebih dari sekadar bangunan fisik. Menurutnya, rumah panggung evakuasi ini menjadi wujud nyata dari kolaborasi pentahelix dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
"Pengurangan risiko bencana itu tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Langkah ini juga untuk memberikan perlindungan sejak awal saat terjadi bencana," ujarnya menegaskan.
Sementara itu, di luar masa tanggap darurat, fasilitas panggung ini ditargetkan tetap bisa menjadi bagian dari pusat aktivitas harian warga. Ke depan, fungsi rumah evakuasi ini akan dioptimalkan menjadi posko pengendali operasi tingkat desa, pusat edukasi kebencanaan, hingga dapur umum darurat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....