PR Besar Pemko Banjarmasin Menata Sungai Martapura
- 10 Feb 2026 09:32 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Penataan kawasan Sungai Martapura di Siring Balai Kota Banjarmasin mulai dimatangkan. Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR meninjau langsung kawasan Siring Pemko Banjarmasin, bersama Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Dedi Supriyadi, Senin sore, 9 Februari 2026.
Di lapangan, Yamin tak menutupi kekecewaannya melihat kondisi sungai yang masih jauh dari kata tertata. Ia menyoroti speedboat terbengkalai, keberadaan tongkang atau warung apung, hingga fasilitas MCK yang limbahnya langsung bermuara ke sungai.
“Kalau dibiarkan tanpa pengaturan yang jelas, ini bisa jadi masalah besar ke depan,” ujarnya dengan nada serius.
“Ini bukan soal bagus di tengah saja, tapi harus rapi sampai ke perbatasan wilayah. Sungai itu etalase kota. Kalau berantakan, citra kota ikut rusak," katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi mencemari air dan menghambat aliran sungai. Ia menambahkan, sungai adalah wajah kota yang harus dibenahi secara menyeluruh, dari estetika hingga fungsi ekologis, demi menjawab persoalan klasik yang terus dikeluhkan warga: sampah, pencemaran, dan ancaman banjir.
Meski demikian, di balik kekacauan yang ada, Yamin menilai kawasan Sungai Martapura berpotensi ditata ulang menjadi ruang publik tertib, bersih, dan bernilai ekonomi. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan kosong milik Pelindo di sekitar kawasan yang akan dikomunikasikan untuk mendukung penataan terpadu.
“Kalau ditata rapi, ini bisa jadi spot foto, ruang publik, bahkan mendukung pariwisata sungai. Tapi kuncinya satu, kolaborasi,” kata Yamin.
“Lahan kosong milik Pelindo di sekitar kawasan juga bisa dikomunikasikan untuk mendukung penataan terpadu," ujarnya.
Sebagai kota yang dikenal dengan julukan Kota Seribu Sungai, Banjarmasin dinilai memiliki kekuatan besar pada identitas wisata air. Namun, lemahnya pengaturan aktivitas di atas sungai dan rendahnya kesadaran kebersihan sebagian pengguna kawasan perairan justru menjadi ancaman serius.
Kepala BWS Kalimantan III, Dedi Supriyadi, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Wali Kota Banjarmasin. Penataan kawasan sungai sangat berpengaruh terhadap keindahan kota dan pengendalian banjir.
“Penataan kawasan sungai sangat berpengaruh terhadap keindahan kota dan pengendalian banjir,” katanya.
“Sungai harus lancar, jangan sampai ada aktivitas yang mengambil badan sungai dan mengganggu aliran air," ucapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa keberadaan tongkang di kawasan tersebut sebelumnya belum mengantongi izin, sehingga penanganan lanjutan akan dikoordinasikan bersama Pemerintah Kota Banjarmasin. Sebagai langkah konkret, Pemko Banjarmasin mendorong penertiban aktivitas di atas sungai, pengaturan ulang kapal dan tongkang, serta optimalisasi armada pembersih sungai.
“Kita ingin sungai ini bersih, rapi, dan berfungsi. Tidak hanya indah dilihat, tapi aman bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
“Inilah komitmen kami menjaga Banjarmasin dari sisi sungai," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....