Perbaikan Permanen Jalan Sungai Gardu Diperkirakan Capai Rp10 Miliar
- 22 Jul 2026 11:06 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kerusakan Jalan Sungai Gardu di Kelurahan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur, yang ambles hingga terbelah beberapa waktu lalu belum akan diperbaiki secara permanen pada tahun ini. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan perbaikan permanen baru dapat dilaksanakan pada 2027, sedangkan penanganan saat ini hanya bersifat sementara agar akses masyarakat tetap terbuka.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan, M Yasin Toyib, menyampaikan hal tersebut usai rapat kerja bersama Komisi III DPRD Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Selasa 21 Juli 2026. Ia mengatakan pelaksanaan proyek permanen masih menunggu kesiapan berbagai aspek pendukung, terutama dampak sosial dan jalan alternatif.
Yasin menjelaskan anggaran untuk perbaikan permanen akan disiapkan apabila seluruh tahapan pendukung telah diselesaikan. Menurutnya, penyelesaian persoalan sosial menjadi syarat penting sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.
“Perbaikan yang ada ini sifatnya sementara, biar lalu lintas bisa jalan tapi kedepannya tetap harus permanen. Kalau anggaran perbaikan permanen akan kami siapkan, asalkan dampak sosial dan solusinya sudah siap, terutama terkait jalan alternatif yang akan digunakan masyarakat,” ujar Yasin.
Dinas PUPR Kalsel menjelaskan, untuk perbaikan jalan permanen, perlu menerapkan metode file slab agar jalan tetap dapat dilalui kendaraan. Rancangan anggaran untuk perbaikan jalan permanen tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk ruas sepanjang kurang lebih 50 meter.
“Cuma yang jadi masalah, itu kemungkinan harus menutup jalan lumayan lama. Kita anggap kurang lebih sembilan bulan, itu dampaknya ke masyarakat seperti apa, jadi disarankan dari dewan untuk melakukan sosialisasi dulu,” katanya.
Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Pemerintah Kabupaten Banjar diminta melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak pelaksanaan proyek. Sosialisasi itu mencakup rencana penutupan jalan, pengaturan arus lalu lintas, hingga proses pembebasan lahan.
Salah seorang warga yang biasa melintas di jalan tersebut, Khalil, berharap pemerintah mengkaji secara menyeluruh rencana perbaikan permanen Jalan Sungai Gardu. Menurutnya, dampak sosial dan ekonomi yang akan dirasakan masyarakat sekitar harus menjadi perhatian utama sebelum proyek dilaksanakan.
“Ya sejauh ini sudah terasa banget dampaknya, jalannya ditutup jadi harus lewat di jalan alternatif, itu pun juga padat saat pagi kan bareng orang berangkat kerja sama anak-anak berangkat sekolah. Pengennya jalan harus secepatnya diperbaiki, tapi untuk perbaikan permanen yang menutup jalan hingga berbulan-bulan itu perlu dikaji lagi oleh pemerintah, dampaknya untuk masyarakat diperhatikan,” ujarnya.
Pemerintah diharapkan dapat menyusun langkah penanganan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan kepentingan warga terdampak. Dengan koordinasi yang matang antara pemerintah dan masyarakat, perbaikan permanen Jalan Sungai Gardu diharapkan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat jangka panjang bagi pengguna jalan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....