Bus Wisatawan Masuk Jurang Wisata Tahura Sultan Adam
- 08 Feb 2026 13:55 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Martapura - Sebuah Insiden kecelakaan bus masuk jurang di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, terjadi Sabtu 7 Februari malam. Saat itu bus yang membawa 12 penumpang tersebut sedang dalam kondisi terparkir di area paralayang, Tahura Sultan Adam, Mandiangin, pada
Rombongan wisatawan dari Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah ini, rencananya berencana bermalam di sekitar villa Tahura. Namun, keseruan wisata seketika berubah jadi mencekam, ketika bus sedang menurunkan penumpang tiba-tiba bergerak mundur tanpa kendali sopir.
Berdasarkan informasi dari lihak kepolisian kepolisian, kejadian ini diduga akibat rem kendaraan yang tidak mampu menahan posisi bus saat terparkir.


“Dugaan sementara, rem tangan kendaraan tidak mampu menahan posisi bus saat parkir, sehingga kendaraan akhirnya meluncur tak terkendali ke arah jurang,” ungkap Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan dan Sarana Prasarana DPKP Kabupaten Banjar, M Kasyaf R, saat dikonfirmasi, Minggu 8 Februari pagi.
Dalam data kepolisian menyebutkan, bahwa kecelakaan tunggal pada pukul 19.30 WITA itu, terjadi di jalur Tahura Sultan Adam yang memiliki kondisi jalan terjal dan tanjakan curam. Hal itulah yang diduga membuat bus terguling ke sisi kiri jalan dan masuk ke area jurang, meski tuas rem tangan sudah ditarik.
“Di dalam kendaraan saat itu tersisa enam orang penumpang. Keenam penumpang inilah yang menjadi korban ketika bus mengalami terguling,” ujar Kasyaf.
Dari enam korban tersebut, empat orang dievakuasi ke RS Permata Husada Banjarbaru, sedangkan dua korban lainnya dirujuk ke RSUD Ratu Zalecha Martapura untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Proses evakuasi mulai dilakukan sekitar pukul 20.00 WITA, oleh tim gabungan, seperti personel Sat Samapta Polres Banjar, Polsek Karang Intan, Sat Lantas, serta unsur gabungan dari DPKP Kabupaten Banjar, BPBD Kabupaten Banjar, Emergency Banjar Response (EBR) serta relawan gabungan dari Martapura dan Banjarbaru.
Kondisi medan yang terjal dan minim penerangan, membuat proses evakuasi berlangsung cukup dramatis. Petugas harus membuka akses untuk proses evakuasi di medan yang terjal dan berbatu, mengevakuasi korban dari dalam kendaraan, serta melakukan pengamanan di sekitar lokasi agar proses penarikan minibus dapat berlangsung aman.
Badan bus yang sudah dalam kondisi penyok tersebut, harus ditarik dengan bantuan unit rantis polres dan Tim gabungan lainnya. “Evakuasi kendaraan memakan waktu lebih dari dua jam hingga akhirnya bus berhasil dievakuasi sekitar pukul 22.15 WITA,” katanya.
Kendati demikian, Kasyaf menegaskan, bahwa penyebab kecelakaan masih bersifat dugaan sementara. Masyarakat pun dihimbau agar berhati-hati saat ingin berwisata.
“Karena hingga saat ini, kabarnya pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....