Solar Langka, Motoris Klotok Wisata Banjarmasin Menjerit
- 29 Mei 2026 09:50 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kelangkaan solar mulai memukul para motoris klotok wisata di Kota Banjarmasin. Demi tetap mengangkut wisatawan menyusuri sungai, mereka kini terpaksa membeli solar eceran di tepi sungai dengan harga fantastis, mencapai Rp18 ribu per liter.
Kondisi ini diduga dipicu meningkatnya penggunaan solar setelah harga BBM nonsubsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex mengalami kenaikan. Akibatnya, stok solar di lapangan semakin sulit ditemukan.
Para pemilik klotok mengaku kini makin kelimpungan mencari bahan bakar. Kalaupun tersedia, harganya jauh lebih mahal dibanding biasanya.
Salah seorang motoris klotok wisata, Eli, mengaku kondisi tersebut sangat memberatkan. Namun demi tetap bekerja dan menghidupi keluarga, mereka terpaksa membeli solar dengan harga tinggi.
“Rada susah, karena biasanya termurah ini bisa di harga 15 sampai 18 ribu per liter. Kadang ada, kadang gak ada. Kalau gak ada terpaksa libur,” ujarnya.
Menurut Eli, para motoris juga tidak berani menaikkan tarif wisata sungai. Pasalnya, jumlah penumpang saat ini masih belum stabil.
“Gak bisa menaikkan karena penumpang bisa gak mau lagi. Kita harap ada jalan keluar lah,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Ketua Koperasi Klotok Wisata Siring, Supiani Yanto. Ia menyebut mahal dan langkanya solar membuat biaya operasional para pengemudi klotok terus membengkak.
“Kalau mahal aja tapi ada kan lumayan, ini kadang mahal kosong lagi. Kemarin aja ada Rp18 ribu per liter di pinggir sungai,” ujarnya.
Supiani mengatakan pihaknya belum berani menaikkan tarif wisata sungai karena khawatir penumpang justru semakin sepi. Bahkan dengan tarif saat ini saja, masih banyak masyarakat yang menawar harga.
Menurutnya, persoalan tersebut sebelumnya juga sudah disampaikan kepada Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin. Para motoris berharap ada solusi konkret agar mereka lebih mudah mendapatkan solar.
Hingga kini, belum ada pangkalan atau jalur khusus pembelian BBM untuk kapal wisata di kawasan sungai Kota Banjarmasin. “Kami sudah mengajukan ke dinas dan katanya siap membantu. Intinya harapan kami ya bagaimana supaya kami mudah mendapatkan solar,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Disporapar Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengaku pihaknya akan segera berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) terkait keluhan para motoris klotok wisata. Menurutnya, persoalan tersebut cukup serius karena berdampak langsung terhadap wisata sungai yang menjadi ikon Kota Banjarmasin.
“Kami akan coba koordinasikan lagi dengan pihak terkait, termasuk Pertamina. Apakah ada solusi atau mekanisme khusus agar kapal wisata ini tetap bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....