CoE Banjarmasin di Bali Tuai Polemik, Disbudporapar Beralasan:
- 06 Feb 2026 10:22 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Keputusan Pemerintah Kota Banjarmasin meluncurkan Calendar of Event (CoE) 2026 yang akan digelar di ICON Bali Mall, Pantai Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu malam, 7 Februari 2026, memantik perhatian publik. Di tengah kebijakan efisiensi yang sedang digalakkan, langkah tersebut dianggap buang-buang anggaran.
Namun, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, berdali bahwa pemilihan Bali bukan tanpa pertimbangan matang. Justru, kata dia, Bali menjadi panggung promosi paling efektif untuk mengangkat Banjarmasin sebagai kota wisata yang tengah berbenah.
“Bali adalah kota destinasi wisata internasional, tempat berkumpulnya wisatawan dunia,” kata Sabil.
“Ini sangat strategis untuk promosi wisata, khususnya bagi Kota Banjarmasin yang sedang bertransformasi menjadi kota wisata," ujarnya.
Menurutnya, peluncuran CoE di Bali diharapkan mampu menjadi magnet yang kuat untuk menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, agar melirik dan datang langsung ke Kota Seribu Sungai. Terkait sorotan publik soal urgensi kegiatan tersebut di tengah efisiensi anggaran, Ibnu Sabil tak menampik bahwa promosi pariwisata memang memerlukan biaya.
“Harapannya, ini bisa menjadi daya tarik yang besar sehingga wisatawan domestik dan internasional tertarik berkunjung ke Banjarmasin,” ujarnya.
“Dalam promosi wisata tentu memerlukan pembiayaan dan ini merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Sama halnya dengan kota dan provinsi lain di Indonesia, ini adalah modal dengan harapan ada feedback bagi Kota Banjarmasin," ucapnya.
Ia menyebutkan, dampak yang diharapkan bukan sekadar citra, tetapi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta perputaran ekonomi masyarakat. Lebih jauh, Ibnu Sabil memastikan bahwa pelaksanaan Calendar of Event tahun ini telah melalui proses efisiensi yang ketat, termasuk dalam pemilihan lokasi peluncuran.
“Target akhirnya adalah meningkatnya PAD dan perekonomian masyarakat Kota Banjarmasin, seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang,” ucap Ibnu.
“Pembiayaan COE tahun ini sudah sangat kami efisiensikan. Apalagi Bali memang berada di posisi strategis sebagai kota destinasi wisata internasional," katanya.
Diketahui berdasarkan data yang ditampilkan laman spse.inaproc.id mencantumkan paket pekerjaan langsung atau PL bernama Jasa Event Organizer Launching CoE Banjarmasin 2026. Kontrak kerja itu dibuat pada 3 Februari 2026 dengan nilai pagu paket sebesar Rp200 juta yang disedot dari APBD tahun 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....