Pelayanan Sosial Halong Menjangkau Desa Lewat Pak Sotarsa

  • 26 Jan 2026 08:46 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Balangan - Pemerintah Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, menjalankan program Pelayanan Kesejahteraan Sosial Antar ke Desa (Pak Sotarsa) untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang sulit terakses. Program ini menyasar pemerataan layanan kesejahteraan sosial hingga ke pelosok kecamatan.

Pak Sotarsa dijalankan dengan sistem jemput bola agar pelayanan dapat menjangkau langsung masyarakat desa. Inisiator Pak Sotarsa, Susiani, menyebut program ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik, Senin, 26 Januari 2026.

"Sebelumnya penyaluran bantuan sering terkendala jarak dan koordinasi manual yang lambat," ujarnya.

"Melalui Pak Sotarsa memperkenalkan metode koordinasi langsung yang terintegrasi antara tim kecamatan dan aparat desa," katanya.

Ia menjelaskan, tantangan geografis di wilayah Pegunungan Meratus menjadi salah satu latar belakang dilaksanakannya inovasi tersebut. Program ini juga melibatkan tim jejaring inovasi untuk pendampingan dan sosialisasi langsung di lapangan.

"Program Pak Sotarsa yang mulai diimplementasikan secara penuh pada awal 2024 lalu memiliki beberapa tujuan utama," katanya.

"Beberapa di antaranya memastikan bantuan sosial (asuransi, program perumahan, hingga pangan) sampai langsung ke desa tanpa hambatan geografis," ujarnya.

Sejak dijalankan, Pak Sotarsa menunjukkan perubahan dalam pola pelayanan kesejahteraan sosial di Kecamatan Halong. Susiani menyebut jumlah penerima manfaat mengalami peningkatan yang signifikan.

"Dampak positif dari inovasi ini sudah mulai dirasakan secara luas," ucapnya.

"Berdasarkan data hasil inovasi, terjadi lonjakan signifikan pada jumlah penerima manfaat, dari yang semula hanya 281 orang menjadi 880 orang," katanya.

Dengan pola layanan tersebut, masyarakat tidak lagi harus mendatangi pusat pelayanan di kecamatan. Pelayanan kini dilakukan langsung di desa masing-masing.

"Dengan hadirnya Pak Sotarsa, Pemerintah Kecamatan Halong membuktikan bahwa keterbatasan infrastruktur digital bukan alasan untuk berhenti berinovasi," katanya.

"Fokus pada pelayanan langsung (non-digital) justru menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil dan marginal," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....