Bank Sampah Berkah Mulya Ubah Sampah Jadi Sumber Penghasilan

  • 14 Jun 2026 07:47 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Bank Sampah Berkah Mulya di Desa Takuti, Kabupaten Banjar, berhasil mengubah sampah menjadi sumber manfaat ekonomi dan lingkungan. Sejak dibentuk pada 2023, bank sampah tersebut kini memiliki lebih dari 100 nasabah dan menjadi inspirasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di desa.

Hal tersebut disampaikan Direktur Bank Sampah Berkah Mulya, Saimin, dalam Program Green Radio RRI Pro 1 Banjarmasin, Sabtu, 13 Juni 2026. Dialog bertema "Berkah dari Takuti, Inspirasi Kelola Sampah untuk Negeri" membahas perjalanan serta dampak pengelolaan sampah di desa tersebut.

Menurut Saimin, bank sampah lahir dari keprihatinannya melihat warga masih membuang sampah sembarangan. Di sisi lain, ia juga melihat peluang usaha dari pengelolaan sampah yang saat itu belum banyak digeluti masyarakat.

“Saya prihatin melihat sampah dibuang di pinggir jalan dan depan rumah warga,” ujarnya. “Dari situ muncul keinginan mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat.”

Ia mengatakan pengelolaan sampah diawali dengan belajar dari bank sampah yang telah lebih dulu berkembang. Langkah tersebut dilakukan agar sampah memiliki nilai ekonomi dan tidak lagi dipandang sebagai barang buangan.

“Kami belajar dari bank sampah yang sudah berjalan lebih dulu,” katanya. “Tujuannya agar masyarakat memahami bahwa sampah memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan kembali.”

Saimin mengakui tantangan terbesar adalah mengubah pola pikir masyarakat. Banyak warga pada awalnya tidak percaya bahwa sampah dapat menghasilkan uang dan memberikan manfaat bagi keluarga.

Karena itu, sosialisasi dan edukasi terus dilakukan melalui ketua RT maupun kunjungan langsung ke rumah warga. Masyarakat juga diajarkan cara memilah sampah sesuai jenis dan nilai ekonominya.

Perubahan pun mulai terlihat di Desa Takuti. Warga kini terbiasa mengumpulkan sampah daur ulang di rumah dan menghubungi petugas untuk dilakukan penjemputan.

“Dulu warga tidak peduli terhadap sampah. Sekarang mereka aktif mengumpulkan dan mengajak tetangga ikut mengelola sampah,” ujarnya.

Hasil penjualan sampah telah membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga. Sebagian masyarakat memanfaatkannya untuk membeli kebutuhan dapur hingga keperluan sekolah anak.

Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, keberadaan bank sampah juga meningkatkan kebersamaan warga. Masyarakat memperoleh tambahan pendapatan dari sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.

Bank Sampah Berkah Mulya turut mengembangkan pemanfaatan barang bekas menjadi produk yang lebih berguna. Salah satunya mengolah seng bekas menjadi daun pintu dan jendela setelah diperbaiki serta dicat kembali.

Saimin berharap bank sampah dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Desa Takuti dan sekitarnya. Namun, keterbatasan sarana angkut masih menjadi kendala sehingga diperlukan dukungan berbagai pihak untuk memperluas layanan pengelolaan sampah di daerah tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....