Bahas Isu Masyarakat Bantaran Sungai Lewat Seminar Internasional
- 10 Des 2024 14:00 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Sebanyak 292 mahasiswa(i) dari berbagai perguruan tinggi mengikuti Seminar Internasional, yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) angkatan 2023 Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Mengangakat tema Transformasi Pendidikan: Problematika Perilaku Anak di Bantaran Sungai, di General Building Lecture Theater, Selasa (10/12/2024).
Menghadirkan dua narasumber berkaliber internasional, yaitu Prof. Dr. Mohammad Aziz Shah Mohammad Arip dan Prof. Dr. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc. seminar ini tak hanya diikuti peserta yang hadir secara langsung. Namun juga terdaftar mahasiswa internasional yang bergabung melalui platform Zoom.
Ketua pelaksana, Timotius Wajo menjelaskan, tujuan utama seminar ini adalah untuk mengobservasi dan memahami perilaku anak-anak yang tinggal di bantaran sungai. Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin mengangkat isu-isu yang sering menimpa, seperti bullying, kekerasan seksual, KBGO (Kekerasan Berbasis Gender Online), kriminalitas, hingga isu lingkungan dan keluarga.
“Lewat kegiatan ini, kita inginmengangkat isu-isu yang sering menimpa,” katanya, saat ditemui RRI disela-sela Seminar.
Selain diskusi bersama narasumber, seminar ini juga menjadi ajang presentasi tujuh produk hasil karya mahasiswa BK angkatan 2023. Produk-produk ini merupakan hasil penelitian dan pengabdian mahasiswa di sekolah-sekolah sekitar bantaran sungai, yang bertujuan untuk membantu guru-guru dalam mengatasi permasalahan anak-anak di sana.
Eklys Chaseda Makaria, Koordinator Program Studi Bimbingan dan Konseling, menjelaskan bahwa produk-produk yang dihasilkan berupa materi digital seperti website dan modul pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh guru. Harapannya produk-produk digital tersebut dapat digunakan dengan baik dan memberikan manfaat bagi penggunanya.
"Produk ini dirancang untuk memberikan solusi praktis bagi guru dan murid. Kami berharap hasil karya ini dapat menjadi alat bantu yang bermanfaat bagi pendidikan di kawasan bantaran sungai," ucapnya.
Dalam seminar ini, beberapa isu penting yang diangkat seperti, Bullying atau perundungan; Kekerasan seksual dan tindak asusila pada anak; KBGO (Kekerasan Berbasis Gender Online); Kriminalitas remaja (geng motor, penyerangan, penyalahgunaan NAPZA); Free sex; Intoleransi; Kelalaian masyarakat terhadap lingkungan hidup, sosial, dan keluarga.
Seminar ini menjadi langkah awal dalam upaya meningkatkan kesadaran dan aksi nyata terhadap permasalahan sosial yang dialami anak-anak di kawasan bantaran sungai. Dengan mengusung tema besar "Transformasi Pendidikan," acara ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat serta menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....