Dibalik Transaksi Menggiurkan Pasar Wadai, Ini Sederet Catatan Buruk yang Muncul:

  • 17 Mar 2026 10:09 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin — Memasuki akhir ramadan 1447 Hijriah, perputaran uang di Festival Pasar Wadai Ramadan 2026 di Kawasan Nol Kilometer Banjarmasin diklaim telah tembus Rp13,7 miliar. Terjadi kenaikan jika dibandingkan dengan total transaksi tahun sebelumnya yang tercatat Rp12,3 miliar.

Angka tersebut masih berpotensi meningkat. Dengan tingginya antusiasme masyarakat yang terus memadati kawasan pasar setiap sore hingga malam, total perputaran uang diproyeksikan menembus sekitar Rp15 miliar saat penutupan nanti, kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin, Ibnu Sabil, saat dikonfirmasi, Senin, 17 Maret 2026.

Sabil menilai capaian tersebut sebagai sinyal positif, yang mana tingginya transaksi menjadi indikator meningkatnya daya beli warga, sekaligus besarnya minat terhadap kuliner khas Banjar. Meski demikian, momentum ini dinilai belum cukup jika tidak diikuti strategi keberlanjutan.

Tanpa inovasi dan pembinaan berkelanjutan, geliat ekonomi ini berpotensi meredup begitu Ramadan berakhir. Kenaikan ini menunjukkan bahwa Pasar Wadai Ramadan bukan sekadar tradisi kuliner tetapi juga motor penggerak ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Meski demikian, gemerlap transaksi justru berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan. Sejumlah persoalan mendasar mencuat dan menuai sorotan publik, seperti minimnya fasilitas sanitasi atau WC umum, pengelolaan sampah yang dinilai amburadul, hingga kesemrawutan Pedagang Kaki Lima (PKL) menjadi catatan serius.

Tak hanya itu, isu jual beli lapak hingga tarif parkir yang mencapai Rp10 ribu turut memantik keluhan pengunjung. Sederet catatan ini tentunya harus menjadi bahan evaluasi bagi Dibudporpar Banjarmasin dan EO selaku penyelenggara, agar tidak menjadi kebiasan buruk di tahun-tahun berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....