Perubahan Pola Hidup, Sampah Banjarmasin Naik saat Ramadan
- 02 Mar 2026 13:41 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Produksi sampah harian di Banjarmasin melonjak selama bulan Ramadan. Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin (DLH) mencatat peningkatan signifikan akibat perubahan pola aktivitas dan konsumsi masyarakat.
Dalam sehari, lonjakan sampah mencapai lima hingga 10 persen dari total produksi normal yang sebelumnya berada di angka 400 hingga 600 ton per hari. Artinya, ratusan ton tambahan sampah harus ditangani setiap harinya selama Ramadan.
Kepala DLH Banjarmasin, Alive Yosefah Love, mengungkapkan bahwa perubahan pola makan dan kebiasaan belanja warga menjadi faktor utama meningkatnya volume sampah. Ia menambahkan, meningkatnya aktivitas belanja, baik secara daring maupun langsung, berdampak pada bertambahnya sampah rumah tangga, kemasan makanan, hingga limbah dari pusat-pusat keramaian.
“Untuk bulan Ramadan memang ada peningkatan sampah di Banjarmasin karena ada perubahan pola makan, karena belanja online dan sampah meningkat lima sampai 10 persen,” kata Alive. “Aktivitas belanja yang meningkat juga berdampak pada bertambahnya sampah rumah tangga”.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian khusus adalah kawasan Pasar Wadai Ramadan yang dipadati aktivitas jual beli setiap sore hingga malam hari. Volume sampah di kawasan ini disebut jauh lebih tinggi dibanding hari biasa.
“Karena terkonsentrasi di Pasar Wadai, ada di TPS-TPS sedikit penurunan,” ucapnya. “Memang menyebar di beberapa titik, kita bisa mengatasi”.
DLH pun melakukan strategi pembagian sektor kerja. Titik dengan volume sampah tinggi diperkuat dengan tambahan personel, sementara lokasi dengan produksi sampah lebih rendah disesuaikan jumlah petugasnya.
“Alhamdulillah kita mensiasati, membagi sektor-sektor. Beberapa titik ada yang tinggi ada yang rendah,” ujarnya. “Dengan perubahan pola sampahnya bisa tetap dikelola, supaya petugas bisa memilah dan memudahkan”.
Meski lonjakan masih bisa dikendalikan, DLH mengingatkan masyarakat agar tidak hanya membuang sampah, tetapi juga melakukan pemilahan dari rumah. Langkah ini dinilai krusial agar beban petugas di lapangan tidak semakin berat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....