Sampah Pasar Wadai Kembali Menuai Kritik Tajam Warganet

  • 07 Mar 2026 05:30 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Festival Pasar Wadai Ramadan di kawasan Siring Nol Kilometer Banjarmasin kembali menuai kritik tajam dari warganet. Lagi-lagi persoalan sampah yang menumpuk di sejumlah titik memicu kekecewaan publik terhadap pengelolaan kebersihan di salah satu event Ramadan di Kota Seribu Sungai tersebut.

Salah satu kritik keras datang dari pemilik akun media sosial “El Diabelo” yang bahkan menyampaikan surat terbuka kepada Pemerintah Kota Banjarmasin. Dalam unggahannya, ia menilai masalah sampah di Pasar Wadai tidak sepenuhnya bisa disalahkan kepada pedagang.

Menurutnya, sebagian besar tenant justru sudah menyiapkan tempat sampah masing-masing di lapaknya. Namun persoalan utama justru muncul saat pengunjung ingin membuang sampah setelah meninggalkan area jualan.

“Persoalan sampah di Pasar Wadai Ramadan tak serta merta salah pedagang,” katanya dalam konten yang diunggahnya, belum lama ini. “Saya yakin setiap tenant sudah menyiapkan bak sampah masing-masing,” ucapnya, menambahkan.

Sang pemilik akun mengaku sudah berkunjung ke Pasar Wadai, namun justru kebingungan saat hendak membuang sampah setelah berkeliling. Semestinya, dalam sebuah acara yang dipadati pengunjung, ketersediaan tempat sampah menjadi perhatian utama penyelenggara.

“Saya sendiri waktu mau pulang bingung mau buang sampah di mana. Antar bak sampah jaraknya jauh, dan kalaupun ada pasti sudah penuh,” ujarnya. "Masa iya hal seperti ini pihak bertanggung jawab mesti ditegur? Namanya juga tempat keramaian, bak sampah harus banyak. Karena pasti banyak orang buang sampah. Kok urusan begini harus diingatkan?” ucapnya menyindir.

Tak hanya itu, kritik juga diarahkan kepada Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda yang belakangan mengunggah konten video menaiki kelotok sambil mereview takjil yang dibelinya dari Pasar Wadai. Bagi El Diabelo, langkah tersebut dinilai kurang menyentuh persoalan utama yang sedang ramai diperbincangkan publik, yakni masalah kebersihan.

“Kalau cuma mereview takjil, ‘papa lapar’ juga bisa bu,” ujarnya dalam unggahan. “Pian Wakil Wali Kota, bukan food vlogger,” ucapnya, menyindir.

Pasar Wadai Ramadan sendiri sejak awal Ramadan memang menjadi magnet utama masyarakat Banjarmasin. Ribuan pengunjung memadati kawasan Siring Nol Kilometer setiap harinya untuk berburu takjil dan kuliner khas Ramadan.

Namun di tengah euforia tersebut, persoalan klasik berupa sampah kembali menjadi sorotan publik yang menuntut perhatian lebih serius dari pemerintah kota. Pihak penyelenggara yang diamanahkan pemerintah kota mestinya tidak hanya mempromosikan keramaian Pasar Wadai, tetapi juga memastikan pengelolaan acara berjalan tertib dan nyaman bagi pengunjung, termasuk soal kebersihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....