ASN, TNI-Polri Dilarang Beli di Pasar Murah! Kupon Dibagi di Lokasi
- 02 Mar 2026 14:15 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Pasar Murah di Banjarmasin tahun ini. Jika biasanya kupon dibagikan sebelumnya, kini warga harus datang langsung ke lokasi untuk mendapatkan kupon pembelian paket sembako subsidi.
Langkah ini disebut sebagai upaya memperketat pengawasan agar bantuan benar-benar jatuh ke tangan yang berhak. Kepala Bidang Perdagangan Disperdagin Kota Banjarmasin, Faisal Akly, menegaskan sistem baru ini dirancang agar lebih transparan dan meminimalisir potensi penyalahgunaan.
“Dengan sistem baru ini, harapannya lebih tepat sasaran dan transparan,” ujar Akly di sela kegiatan Pasar Murah Banjarmasin Corporate Social Responsibility (BCSR) di Halaman Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara, Senin, 2 Maret 2026. “Kita juga ingin meminimalisir potensi penyalahgunaan dengan cara ini”.
Paket sembako subsidi yang dijual seharga Rp58 ribu itu berisi 2 liter minyak goreng dan 2 kilogram gula pasir. Namun, tidak semua warga bisa menebusnya, utamanya mereka berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) serta TNI-Polri secara tegas tidak diperkenankan membeli.
“Paket ini hanya untuk warga umum. ASN dan TNI-Polri tidak diperbolehkan,” ujarnya tegas. “Paket sembako subsidi yang dijual seharga Rp58 ribu, berisi 2 liter minyak goreng dan 2 kilogram gula pasir”.
Untuk memperoleh kupon, warga cukup membawa KTP dan menyerahkannya kepada petugas untuk didata. Sistem pendataan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk mencegah pendaftaran ganda.
“Jadi warga yang ingin bisa langsung datang dan nanti didata petugas kami melalui KTP tadi, yang mana NIK tidak boleh double mendaftar,” ucapnya. “Sistem pendataan menggunakan NIK untuk mencegah pendaftaran ganda”.
Meski diklaim lebih rapi, setiap pelaksanaan Pasar Murah hanya menyediakan sekitar 500 hingga 1.000 kupon. Sementara permintaan warga, terutama di bulan Ramadan, melonjak tajam akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Kita akui jumlah tersebut belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan masyarakat,” ujarnya. “Memang masih kurang karena permintaannya tinggi, apalagi di bulan Ramadan seperti sekarang”.
Tahun ini, Pasar Murah juga dibuat lebih fleksibel, karena warga ber-KTP Banjarmasin diperbolehkan membeli di lokasi mana pun, tanpa terikat domisili kelurahan atau kecamatan. Pemko Banjarmasin menjanjikan pemerataan dengan menggelar Pasar Murah di 52 kelurahan dan kecamatan selama Ramadan.
“Jadi warga asal Banjarmasin bisa beli di Pasar Murah yang digelar di kelurahan atau kecamatan manapun,” katanya. “Pasar Murah juga dibuat lebih fleksibel, asal warga ber-KTP Banjarmasin”.
Pasar Murah Banjarmasin Corporate Social Responsibility (BCSR) di Halaman Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara turut dihadiri sejumlah kepala SKPD, camat, lurah se-Kecamatan Banjarmasin Utara, serta jajaran terkait lainnya. Pada kesempatan itu mewakili Wali Kota Banjarmasin, Taufik Rivani menjelaskan bahwa pasar murah merupakan bagian dari program pengendalian inflasi yang rutin dilaksanakan selama Ramadan.
“Kegiatan pasar murah dilaksanakan oleh tim Disperdagin bersama Kecamatan Banjarmasin Utara dalam rangka Ramadan,” katanya. “Selama bulan Ramadan, kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 33 kali hingga tanggal 16, sebagai upaya Pemerintah Kota Banjarmasin menstabilisasi harga dan mengendalikan inflasi daerah”.
Ia menambahkan, sepanjang tahun 2026 Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan pelaksanaan pasar murah hingga 185 kali kegiatan sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap pergerakan harga di masyarakat. Menurutnya, pasar murah menjadi salah satu instrumen penting pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat, selain kolaborasi bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
“Kita harapkan kegiatan ini dapat memberikan stimulan sekaligus treatment terhadap pergerakan harga. Inflasi saat ini memang cukup tinggi, namun bukan disebabkan harga sembako, melainkan karena kenaikan harga emas,” ucapnya. “Untuk bahan pokok seperti beras, gula, ayam dan telur masih dalam kondisi normal meskipun ada fluktuasi menjelang Ramadan”.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....