Puluhan Petinju Muda Banjarmasin Ikuti Walikota Cup 2026
- 26 Apr 2026 08:50 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Suara sorak penonton menggema dari dalam Wisma Antasari pada Sabtu, 25 April 2026. Di atas ring, bukan hanya pukulan yang dipertarungkan, tetapi harapan akan lahirnya generasi muda yang lebih disiplin dan berdaya saing.
“Tinju bukan sekadar adu kuat. Ini tentang disiplin, strategi, dan kemampuan mengendalikan diri,” ujar Walikota Banjarmasin H.M Yamin HR saat membuka Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota 2026.
Kejuaraan Tinju tersebut sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin. Yamin mengatakan, ajang ini bukan hanya untuk mencari pemenang, namun untuk terus mengembangkan potensi olahraga tinju di Kota Seribu Sungai.
Pada momentum setengah milenium kota ini, kata Yamin harus dimaknai sebagai langkah nyata membangun sumber daya manusia yang sehat dan berprestasi. Menurutnya, Pemerintah tidak hanya menggelar kompetisi semata, tetapi juga sedang mengarahkan olahraga sebagai instrumen pembinaan karakter generasi muda.

Kejuaraan Tinjun Walikota Cup 2026 digelar sejak 24 hingga 26 April 2026, diikuti 52 atlet dari berbagai kecamatan di Kota Banjarmasin. Ajang ini juga menjadi bagian dalam penjaringan atlet untuk disiapkan pada kejuaraan provinsi mendatang.
Ketua pelaksana, Bayu, menyebut ajang ini menjadi ruang aktualisasi sekaligus pembuktian kemampuan atlet lokal. Melalui kejuaran ini, diharapkan bisa tumbuh bakat-bakat petinju muda yang menjadi andalan Kota Banjarmasin.
“Ini bukan sekadar kompetisi, tapi panggung untuk mengasah jam terbang atlet Banjarmasin agar siap bersaing di level lebih tinggi,” ujarnya.
Namun, menurut Bayu, di balik semangat itu, tantangan masih terasa mulai dari keterbatasan fasilitas hingga pembinaan yang belum merata di semua wilayah. Hal ini menjadi perhatian pemerintah untuk bisa terus menjawab tantangan pada olahraga di Kota Seribu Sungai.
Di sisi lain, peluang besar justru terbuka, antusiasme peserta dan dukungan pemerintah menjadi modal penting untuk mencetak atlet berprestasi. Optimesme tersebut disampaikan Farhan, salah seorang petinju yang ikut bertanding di wali kota cup ini.
“Ajang ini sangat menjunjung sportivitas dan menambah pengalaman kami. Tapi kami juga berharap ada perhatian lebih pada fasilitas dan pembinaan agar semangat kami tidak padam di tengah jalan,” katanya. "Ini menjadi pengingat bahwa prestasi tidak lahir dari semangat saja, melainkan juga dari sistem yang kuat".
Menutup pembukaan, Yamin kembali menegaskan arah kebijakan pemerintah kota untuk mengembangkan olahraga tinju agar selalu eksis kedepannya. Ia berharap, dari kejuaraan ini bisa memicu semangat atlet untuk terus berprestasi.
“Kami ingin dari ring ini lahir atlet yang mampu mengharumkan nama Banjarmasin di tingkat nasional hingga internasional,” ujarnya.
Pernyataan itu bukan sekadar target, tetapi juga solusi untuk memperkuat pembinaan, memperbaiki fasilitas, dan membuka lebih banyak ruang kompetisi. Jika dijalankan konsisten, bukan tidak mungkin ring tinju di Wisma Antasari hari ini menjadi titik awal lahirnya juara masa depan.
Hadir dalam event tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, serta Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani. Kehadirannya memperlihatkan bahwa pembinaan olahraga tidak bisa berdiri sendiri dan harus terhubung dengan kebijakan lintas sektor,'
Hal itu agar potensi yang dimiliki para atlet bisa terus berkembang dan dapat mendorong ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Meski begitu tetap perlu diimbangi dengan evaluasi program dan peningkatan kualitas sarana olahraga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....