Kejuaraan Jiu-Jitsu Wali Kota Cup 2026 Diikuti Peserta Mancanegara
- 23 Agt 2026 12:17 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kejuaraan Jiu-Jitsu Wali Kota Cup 2026 resmi dibuka oleh Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin, H. R. pada Sabtu, 22 Agustus 2026 di Aula Kayuh Baimbai.
- Ajang ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
- Wali Kota menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kompetisi sebagai wadah positif bagi atlet untuk menyalurkan bakat dan minat dalam olahraga Jiu-Jitsu.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kejuaraan Jiu-Jitsu Wali Kota Cup 2026 resmi dibuka oleh Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin, H. R. di Aula Kayuh Baimbai, Sabtu, 22 Agustus 2026. Ajang tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
Wali Kota Banjarmasin menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan ajang tersebut sebagai sarana positif bagi para pencinta olahraga bela diri. Menurutnya, kompetisi ini menjadi wadah bagi para atlet untuk menyalurkan bakat dan minat dalam olahraga Jiu-Jitsu.
“Tentunya kita berharap dengan kegiatan ini menjadi satu wadah bagi para pencinta untuk menyalurkan hobi. Terutama dalam cabang olahraga Jiu-Jitsu itu sendiri,” ujar Yamin.
Ia berharap kejuaraan tersebut dapat melahirkan atlet-atlet muda berbakat yang mampu membawa nama Kota Banjarmasin ke ajang yang lebih tinggi. Para atlet potensial tersebut diharapkan dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Kita juga tentunya berharap ke depan bisa melahirkan bibit-bibit atlet yang dapat mewakili Kota Banjarmasin,” ucapnya. “Mereka diharapkan mampu bersaing dalam ajang nasional maupun internasional.”

Saat menyaksikan pertandingan di atas matras, Yamin mengaku cukup tegang melihat aksi yang diperlihatkan para atlet. Ia menilai olahraga Jiu-Jitsu membutuhkan disiplin tinggi dan latihan tekun untuk meminimalkan risiko cedera.
“Tegang juga kita lihatnya, soalnya kalau salah-salah bisa patah juga tangan itu,” katanya. “Jadi memang harus benar-benar disiplin dan tekun, para atlet luar biasa sekali pertandingannya.”
Sementara itu, Pelatih Jiu-Jitsu Kota Banjarmasin sekaligus pelaksana kejuaraan, Ignasius Rizki Perdana Salan, mengatakan kompetisi tahun ini diikuti 104 peserta. Sebagian besar peserta berasal dari berbagai klub bela diri di Kalimantan Selatan, terutama dari Kota Banjarmasin.
“Jumlah peserta pada Kejuaraan Wali Kota Cup 2026 kali ini sebanyak 104 orang,” ujar Ignasius. “Mereka berasal dari berbagai klub di Kalimantan Selatan, tetapi mayoritas memang dari Banjarmasin.”

Menariknya, salah satu peserta dalam kejuaraan tersebut berasal dari Australia. Peserta asal Negeri Kanguru itu kebetulan sedang berada di Banjarmasin dan tertarik mengikuti kompetisi Jiu-Jitsu.
“Salah satu peserta yang datang dari luar daerah paling jauh berasal dari Australia,” ucapnya. “Kebetulan, dia sedang berada di Banjarmasin dan ingin mengikuti kejuaraan Jiu-Jitsu ini.”
Ignasius turut menyampaikan capaian anak asuhnya pada Pekan Olahraga Provinsi 2025 yang berhasil meraih 10 medali. Capaian tersebut menjadi modal penting dalam pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Menurutnya, ajang kompetisi seperti ini penting untuk mengarahkan generasi muda pada kegiatan yang positif. Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mencegah kenakalan remaja dan perundungan di lingkungan sekolah.
“Perkembangannya cukup positif dari tahun ke tahun,” katanya. “Namun, kami tetap optimistis dapat memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengikuti kegiatan positif daripada berbuat onar di jalan atau melakukan bullying di sekolah.”
Pihak penyelenggara berharap Pemerintah Kota Banjarmasin terus memberikan dukungan terhadap fasilitas sertifikasi resmi bagi pelatih dan wasit Jiu-Jitsu yang saat ini masih terbatas. Langkah tersebut dinilai penting agar standar pelatihan dan kepemimpinan pertandingan di daerah sesuai dengan standar nasional maupun internasional.
“Untuk saat ini, Pemerintah Kota Banjarmasin kami mengucapkan terima kasih banyak sudah memberikan berbagai fasilitas,” ujarnya. “Meski masih ditemukan beberapa kekurangan, salah satunya sertifikasi pelatih dan wasit agar standarnya sesuai dengan standar nasional, syukur-syukur kalau bisa internasional.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....