Operasi SAR KM Virgo Hari Ke-21, Keluarga Harapkan Perpanjangan
- 03 Okt 2026 17:47 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-21 pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Upaya pencarian sebelumnya telah dimaksimalkan melalui perpanjangan dua kali masa operasi dengan mengerahkan unsur laut, udara, dan darat.
Khusus unsur laut, tim penyelam gabungan dari Basarnas dan TNI AL telah berupaya menyisir hingga ke area car deck bangkai kapal. Namun, tim penyelam kini ditarik mundur guna mengistirahatkan personel serta memulihkan kondisi fisik.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Banjarmasin, Bram Madya Temara, mengungkapkan ruang gerak penyelaman di dalam bangkai kapal sudah mencapa8 batas maksimal. Evaluasi menyeluruh tengah dilakukan untuk menentukan keberlanjutan operasi penyelaman.
"Sementara masih dievaluasi untuk operasi penyelaman. Karena itu sudah maksimal sekali dan tidak memungkinkan untuk masuk lebih dalam lagi," ujarnya Jumat, 2 Oktober 2026.
Operasi SAR saat ini difokuskan pada penyisiran permukaan laut secara masif. Area pencarian diperluas hingga ke perairan Kalimantan Tengah setelah beberapa jenazah korban ditemukan mengapung di wilayah tersebut.
Basarnas bersama unsur terkait terus melakukan evaluasi berkala mengenai potensi perpanjangan masa operasi. Keputusan akhir terkait kelanjutan atau penutupan operasi akan diumumkan setelah seluruh data terkumpul.
"Kemungkinan diperpanjang atau tidak tergantung hasil evaluasi nanti. Kita belum bisa bicara diperpanjang atau tidak," kata Bram menambahkan.
Sementara itu, Pelabuhan Trisakti Banjarmasin hingga Jumat malam masih dipadati oleh keluarga korban. Mereka bertahan di lokasi demi menantikan kepastian informasi terkait nasib sanak saudaranya.
Salah seorang perwakilan keluarga korban, Karina, menyampaikan harapan besar agar operasi pencarian dapat terus dilanjutkan. Kejelasan informasi menjadi hal yang sangat dinantikan oleh seluruh anggota keluarga korban.
"Kami pasti mengharapkan perpanjangan operasi. Karena sejauh ini keluarga kami belum kembali ke kami," ucapnya.
Karina menegaskan bahwa keluarga siap menerima apa pun hasil pencarian petugas di lapangan. Bagi mereka, kepastian nasib korban dianggap sebagai titik terang setelah belasan hari menanti.
"Harapan paling besar kami adalah keluarga kami dapat ditemukan. Dalam kondisi apa pun pasti kami terima," ucapnya.
Hingga data akumulasi Jumat, 2 Oktober 2026, Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi sebanyak 188 korban dari total 243 penumpang sesuai manifes. Rinciannya mencakup 108 korban selamat dan 80 korban meninggal dunia, sementara 55 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....