Basarnas Kerahkan KRI Canopus, Perkuat Pencarian KM Virgo

  • 14 Sep 2026 15:39 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Pencarian hari kedua KM Virgo Transport 8 diperkuat KRI Canopus untuk mendukung pemetaan dan pencarian di bawah permukaan laut.
  • Operasi bawah air masih terkendala arus laut yang deras, sehingga pengerahan KRI Canopus untuk operasi tersebut ditunda sementara.
  • Basarnas mengerahkan lebih dari 600 personel, 17 kapal, serta lima pesawat dan helikopter untuk menyisir enam sektor pencarian.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 pada hari kedua diperkuat dengan penambahan armada militer dan teknologi pencarian bawah air, Senin, 14 September 2026. Salah satu unsur yang dikerahkan adalah KRI Canopus milik TNI AL untuk mendukung pencarian di sekitar lokasi kapal yang terbalik.

KRI Canopus merupakan kapal bantu hidro-oseanografi dengan panjang sekitar 105 meter dan memiliki kemampuan operasi di laut lepas. Kapal tersebut diproyeksikan untuk membantu pemetaan lokasi kapal serta pencarian korban atau bagian kapal di bawah permukaan laut.

Namun, pelaksanaan operasi bawah air menggunakan KRI Canopus masih terkendala kondisi laut. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan arus yang deras menjadi salah satu pertimbangan untuk menunda operasi tersebut.

“Kondisi arus laut saat ini memang belum memungkinkan untuk melakukan operasi di bawah air,” katanya. “Sehingga pengerahan KRI Canopus hingga saat ini masih kami tunda.”

Basarnas menyiapkan personel penyelam untuk melaksanakan operasi bawah air ketika kondisi di lokasi memungkinkan. Tim tersebut berasal dari Basarnas, Basarnas Special Group, Kopaska TNI AL, serta unsur penyelam lainnya.

Pengerahan penyelam akan didukung teknologi pencarian bawah air, termasuk drone bawah air yang dioperasikan dari kapal Rigel. Perangkat tersebut digunakan untuk membantu memantau kondisi di bawah permukaan dan menjangkau area yang sulit diperiksa secara langsung.

Selain pencarian bawah air, tim SAR gabungan mengerahkan lima pesawat dan helikopter untuk memperluas penyisiran melalui udara. Unsur tersebut terdiri atas Helikopter Basarnas HR 36012, Helikopter AS-365 Mabes Polri, CN-235 TNI AL, Helikopter Panther HS-1310 TNI AL, dan Pesawat Cessna 208 Caravan milik BNPB.

Di laut, sebanyak 17 kapal dari Basarnas, TNI AL, Polri, serta instansi terkait dikerahkan ke enam sektor pencarian. Lebih dari 600 personel gabungan dilibatkan untuk memperluas jangkauan operasi pencarian korban.

Sejumlah unsur utama yang dikerahkan antara lain KN SAR Laksamana 241, KN SAR Wisanggeni 236, KN SAR Kamajaya 104, KN SAR Permadi 249, KRI Nala, KRI Pulau Fani, dan KRI Canopus. Armada tersebut diperkuat sejumlah kapal penolong lainnya untuk mendukung penyisiran dan operasi pencarian.

Basarnas terus menyesuaikan strategi pencarian berdasarkan kondisi cuaca, arus, dan perkembangan hasil operasi di lapangan. Pencarian korban KM Virgo Transport 8 tetap menjadi prioritas dengan mengoptimalkan seluruh unsur yang tersedia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....