Soroti Karhutla, Menag Minta Warga Kalsel Jaga Kelestarian Alam
- 10 Agt 2026 08:03 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Meningkatnya ancaman musim kemarau di Kalimantan Selatan menjadi perhatian khusus Menteri Agama Republik Indonesia Prof. KH. Nasaruddin Umar. Di sela kunjungan kerjanya pada Minggu, 9 Agustus 2026, Menag menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam merawat dan menjaga alam.
Pengelolaan alam yang berkelanjutan dan ramah lingkungan menjadi pesan penting yang digaungkan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut. Menurutnya, menjaga kelestarian lingkungan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menag mengingatkan bahwa Provinsi Kalimantan Selatan diberkati dengan tanah yang subur serta hasil bumi yang sangat melimpah. Namun, seluruh kekayaan alam tersebut menuntut tanggung jawab besar dalam pengelolaannya agar tidak menimbulkan bencana.
"Jangan memusuhi dan merusak alam, tetapi mari kita bersahabat dengan alam. InsyaAllah alam itu akan membuka dirinya serta membuka rahmatnya," ujar Nasaruddin Umar.
Ia menegaskan bahwa masyarakat hendaknya tidak memandang alam semata-mata sebagai objek eksploitasi. Menurutnya, alam dan manusia memiliki kedudukan sejajar sebagai sesama ciptaan Tuhan.
"Kita, binatang, tumbuh-tumbuhan, laut, dan langit semuanya adalah sama-sama hamba. Kita semua sama-sana menyembah Tuhan Yang Maha Kuasa," ucapnya.
Menag menambahkan pendekatan rohani dan keharmonisan dengan alam akan membawa keberkahan bagi kehidupan masyarakat. Hubungan baik antara manusia dan lingkungan sekitar diyakini mampu membuka pintu rezeki dari berbagai penjuru.
"Rezeki akan tersingkap dari langit dan dari bumi. Karena itulah mari kita menjaga alam," katanya menambahkan.
Pesan Menag ini terasa sangat relevan mengingat Kalimantan Selatan saat ini tengah dihadapkan pada ancaman musim kemarau dan musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data BPBD Kalsel per 29 Juli 2026, tercatat sudah ada 2.141 titik panas dan 381 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar menembus 994,30 hektar.
Melalui pendekatan agama dan kesadaran bersama, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli untuk menjaga lingkungan. Langkah ini penting dilakukan guna mencegah dampak bencana kemarau yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....