Menteri LH Turun Langsung Pungut Sampah di Pasar Martapura

  • 21 Apr 2026 10:24 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjar : Komitmen penanganan sampah di Kabupaten Banjar tak berhenti pada wacana. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, bersama Bupati Banjar H Saidi Mansyur, turun langsung ke lapangan melakukan survei. Sekaligus aksi nyata memungut sampah di kawasan Pasar Cahaya Bumi Selamat (CBS) dan Pasar Batuah, Senin 20 April 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari survei nasional pengelolaan sampah yang merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia kepada seluruh kepala daerah, agar persoalan mendasar. Seperti sampah segera ditangani serius menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam blusukannya, Menteri LH menegaskan bahwa persoalan sampah di Kabupaten Banjar masih membutuhkan perhatian lebih. Meski sejumlah langkah progresif telah dilakukan.

“Masih ada sekitar 27 persen sampah yang perlu kita tangani lebih serius. Namun kami mengapresiasi respon cepat Pemerintah Kabupaten Banjar yang telah menutup praktik open dumping di TPA sejak awal 2025,” ujar Hanif.

Mantan Kepala Dinas Kehutanan Kalsel itu menekankan, berakhirnya praktik open dumping bukanlah akhir, melainkan awal menuju sistem pengelolaan yang lebih matang. Tahapan selanjutnya, kata Hanif, adalah mengurangi bahkan menghentikan masuknya sampah organik ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan harus selesai di hulu. Tidak lagi masuk ke TPA. Jadi TPA ke depan hanya untuk residu atau anorganik,” katanya.

Selain itu, sistem control landfill juga wajib diterapkan secara disiplin, yakni dengan menutup timbunan sampah menggunakan tanah minimal satu kali dalam sepekan guna mencegah pencemaran lingkungan. Hanif juga menaruh harapan besar terhadap Kabupaten Banjar sebagai daerah percontohan nasional, mengingat kedekatannya secara emosional dengan daerah tersebut.

“Ini kampung halaman saya. Saya berharap Kabupaten Banjar bisa menjadi contoh kota bersih secara nasional, bahkan meraih Adipura pada 2026,” ujarnya .

Adapun Bupati Banjar H Saidi Mansyur menyambut baik arahan dan dorongan dari pemerintah pusat. H Saidi Mansyur menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan kebersihan secara menyeluruh.

“Adipura bukan hal baru bagi Banjar. Ini pernah kita raih, dan sekarang tinggal melanjutkan dengan komitmen yang lebih kuat,” ujarnya.

Bupati Saidi menyebut, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah konkret, mulai dari penguatan anggaran, penyediaan sarana-prasarana. Hingga pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah.

“Kami sudah menggerakkan kelompok swadaya masyarakat (KSM) yang terus berkembang. Sekarang sampah juga punya nilai ekonomis, sehingga mendorong kemandirian masyarakat dalam pengelolaannya dari hulu hingga hilir,” katanya.

Orang nomor satu di Pemkab Banjar itu juga menyoroti pentingnya kebersamaan dalam membangun budaya bersih. Dimana salah satunya diwujudkan melalui aksi pungut sampah bersama Menteri LH, jajaran Forkopimda, serta pelajar di pasar-pasar tradisional.

Saat ini, Kabupaten Banjar memproduksi sekitar 365 ton sampah per hari, dengan 265 ton di antaranya telah dikelola melalui TPA Kencana menggunakan sistem control landfill. Pemerintah menargetkan pengelolaan sampah mencapai 100 persen pada 2029.

Turut hadir juga pada momen apel dan curvey pungut sampah bersama Menteri LH Hanif Fasiol Nurofiq dan jajaran kementerian LH di Pasar Martapura Wakil Bupati Banjar. Habib Idrus Al Habsyi dan jajaran SKPD lingkup Kabupaten Banjar serta forkompinda Banjar.

Termasuk juga dari Pemprov Kalsel Rahmat Prapto Udoyo, sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan dan staf. Serta pegawai Dinas LH Kalsel juga turut turun langsung ikut pungut sampah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....