Kunci Atasi Sampah di Kalsel Ada di Rumah Tangga
- 21 Apr 2026 10:30 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa solusi utama persoalan sampah di Kalimantan Selatan terletak pada perubahan perilaku masyarakat, khususnya di tingkat rumah tangga. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak bisa lagi mengandalkan pola lama kumpul-angkut-buang. Pendekatan harus dimulai dari hulu, yakni dengan memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumbernya.
“Permasalahan sampah tidak bisa lagi diselesaikan dengan pola kumpul-angkut-buang. Kuncinya ada di hulu, yaitu pemilahan sejak dari rumah tangga agar beban pengelolaan dapat berkurang secara signifikan,” ujarnya saat menghadiri peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru.
Di Banjarbaru, timbulan sampah tercatat mencapai sekitar 184 ton per hari. Namun, yang mampu terkelola baru sekitar 12 persen. Kondisi ini menunjukkan perlunya percepatan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berbasis sumber.
Sebagai langkah konkret, pemerintah mendorong penguatan gerakan Kelola dan Pilah Sampah untuk Banjarbaru Emas (KILAU EMAS). Program ini menargetkan pemilahan sampah secara masif di tingkat rumah tangga, sejalan dengan jumlah lebih dari 90 ribu kepala keluarga di kota tersebut.
Hanif menilai, jika pemilahan dilakukan secara konsisten, volume sampah yang tidak terkelola dapat ditekan signifikan dan berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan. Selain itu, pemerintah juga memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Upaya tersebut meliputi optimalisasi TPS3R dan bank sampah, perluasan layanan pengangkutan, hingga peningkatan peran sektor usaha seperti hotel, restoran, dan kafe (HOREKA).
Penguatan juga dilakukan melalui sistem monitoring dan evaluasi berbasis kinerja untuk memastikan implementasi berjalan efektif di lapangan. Di tingkat daerah, potensi kolaborasi dinilai cukup besar. Dukungan datang dari ratusan ketua RT, penyuluh, pendamping keluarga, hingga perguruan tinggi melalui keterlibatan mahasiswa dalam program tematik lingkungan hidup.
“Kita membutuhkan keterlibatan semua pihak, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan akademisi, untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan,” kata Hanif.
Upaya ini selaras dengan kebijakan nasional yang menargetkan peningkatan kinerja pengelolaan sampah melalui pengurangan dari sumber dan penguatan sistem pengolahan terpadu. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Menteri Hanif juga memimpin aksi bersih di Pasar Martapura guna mendorong gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) menjadi budaya sehari-hari masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....